Ketik disini

Tanjung

CC Gelar Diskusi Publik

Bagikan

TANJUNG – Paham radikalisme menjadi salah satu hal yang saat ini menjadi perhatian semua pihak. Untuk menangkal dan mengurangi berkembangnya radikalisme di Lombok Utara, Community Center (CC) menggelar diskusi publik. Kegiatan ini melibatkan Sekda Lombok Utara, Kesbangpol, Kemenang, dan FKUB Lombok Utara.

Sekda Lombok Utara H. Suardi mengatakan, pemahaman terhadap agama dapat menangani munculnya gerakan radikalisme. Karena apapun yang tidak didasarkan agama akan susah. Tetapi apa yang dilaksanakan dalam rangka ibadah jangan sampai menimbulkan kerusakan. a�?Jika muncul kerusakan perlu dilihat personalnya,a�? ujarnya.

Menurut Suardi, kegiatan ini dilaksanakan sangat tepat untuk mencegah hal-hal radikal muncul di Lombok Utara. a�?Jangan persoalan kecil dibesarkan. Seharusnya kita berpikir bagaimana menjadikan Lombok Utara lebih maju,a�? katanya.

Ketua panitia Marianto mengungkapkan, diskusi ini dilakukan dalam upaya bersama untuk memahami bagaimana mengatasi persoalan radikalisme yang terjadi. Berbagai stigma dilekatkan kepada Islam seperti diidentikkan dengan kekerasan, terorisme, fundamentalisme, radikalisme dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Lombok Utara H. Muallip mengungkapkan, beberapa ciriA� kaum radikal seperti fanatik terhadap pendapatnya sendiri sampai tidak mengakui pendapat orang lain. Selain itu mereka memiliki sikap keras bukan pada tempatnya, kasar dalam berinteraksi, tidak teliti dalam menafsirkan teks Alquran, hadis, dan pandangan ulama.

Seperti mengkafirkan masyarakat muslim. a�?Jika kita mampu menangkal ciri tadi, insya Allah kita akan terhindar dari paham (radikalisme),a�? katanya.

Sementara perwakilan Kesbangpol Lombok Utara Putradi menyampaikan, paham radikal perlu menjadi perhatian semua pihak. Terutama pemimpin dalam pemerintah. Karena sikap buruk pejabat publik dapat memicu terjadinya tindakan negatif pada masyarakat.

Sedangkan kasus teroris yang dilandasi agama menurutnya alasan yang sempit. Karena semua agama jelas mengajarkan kedamaian bukan kekerasan. a�?Untuk mencegah masuknya pemahaman radikalisme perlu juga pendidikan kewarganegaraan budi pekerti dicantumkkan di pembelajaran sekolah,a�? katanya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka