Ketik disini

Selong

SK Kades Terpilih Keluar Februari

Bagikan

SELONG – Tahapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak terus berlanjut. 53 calon kepala desa yang meraih suara terbanyak dalam pelaksanaan pilkades serentak 14 Desember 2016 lalu telah diajukan ke Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD.

Sesuai aturan yang ada, SK para kades terpilih akan keluar awal Februari. Sementara pihak yang menggugat hasil pelaksanaan pilkades beberapa waktu lalu sudah ditolak oleh tim penyelesaian sengketa.

a�?Nggak ada pengaruhnya gugatan itu karena semua sudah ditolak oleh tim penyelesaian sengketa. Jadi tahapan sesuai aturan terus dilanjutkan,a�? kata Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Lotim Khairul Amri, kemarin (30/1).

Saat ini, nama para calon kades terpilih dikatakan Amri sudah diserahkan ke Bupati Ali BD dan sedang dalam pembuatan SK penetapan. Sesuai aturan yang ada, SK sudah bisa diterima kades terpilih 30 hari setelah diusulkan oleh camat.

a�?Setelah keluar SK paling lama 30 hari baru dilantik. SK Insya Allah minggu pertama Februari sudah bisa diterima,a�? kata dia.

Sementara untuk calon kades yang merasa tidak puas atas hasil penyelesaian sengketa, bisa menggugat ke PTUN. Mereka diberikan kesempatan untuk melanjutkan gugatannya jika belum bisa menerima. Namun, proses pelantikan dijelaskan tetap dijalankan sesuai dengan aturan permendagri.

a�?Proses tetap jalan dan penegakan hukum tetap jalan. Silakan kalau memang mau menggugat lanjutkan ke PTUN. Semua kita jalankan kalau memang nanti sudah ada keputusan inkracht,a�? kata dia.

Terpisah, Daeng Bahtiar Rifaa��i, calon Kades Tanjung Luar yang menggugat hasil pelaksanaan pilkades serentak tahun 2016 lalu mengaku pasrah dengan hasil putusan tim penyelesaian sengketa.Dia sendiri merasa tidak puas dengan hasil putusan yang ada.

a�?Padahal saya sudah kasih bukti banyak kecurangan yang terjadi. Tetapi mereka (tim penyelesaian sengketa, Red) tetap menolak. Ya saya mau bilang apa,a�? ujarnya kepada Lombok Post.

Menurutnya, menggugat ke PTUN hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Karena, bagaimanapun juga para kades yang meraih suara terbanyak sudah mendapatkan SK bupati. Namun demikian ia berharap, jangan sampai kejadian seperti ini menurutnya terjadi kembali kalau dibiarkan. Dimana, calon kades nanti akan melakukan segala cara agar bisa terpilih.

a�?Saya hanya ingin ini jangan sampai terjadi lagi nanti. Terima nggak terima, saya terima keputusan ini, saya kini fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata di Desa Tanjung Luar,a�? ucapnya.

Daeng Bahtiar mengaku menggugat hasil pelaksanaan pilkades di Desa tanjung luar lantaran banyak kejanggalan yang ia temukan. Dimana, diduga ada kertas surat suara ganda dan pemilih dari luar desa.

a�?Semoga ini bisa jadi pelajaran untuk penyelenggaran pilkades serentak berikutnya,a�? ucapnya. A�Tiga desa yang digugat hasilnya yakni Desa Tanjung Luar, Dasan Borok dan Batu Nampar.(ton/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka