Ketik disini

Giri Menang Headline

Tolong Perhatikan Kami, Pak!

Bagikan

GIRI MENANGA�– Warga Desa Mareje, Kecamatan Lembar merasa lelah hanya dijanjikan perbaikan infrastruktur di desa mereka. Tak kunjung ditepati, warga yang kecewa pun mendatangi kantor DRPD Lobar, kemarin (30/1).

Mereka bermaksud mempertanyakan komitmen pemerintah yang sudah berjanji akan melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan empat dusun. Mereka terus dijanji untuk diperbaiki sejak tahun 2013 silam.

Kepala Desa Mareje Nurudin dalam hearing bersama DPRD Lobar mengatakan, jalan tersebut selalu dinaikkan di Musrembang setiap tahun. Bukan lagi menjadi prioritas melainkan sudah menjadi skala prioritas.

Sayangnya, hingga saat ini kondisi jalan belum juga tersentuh perbaikan sama sekali. “Jalan itu sekarang rusak parah pak. Sudah tidak bisa dilalui lagi,a�? keluhnya.

Jalan yang dimaksud adalah jalan sepanjang tiga kilo meter yang berada di Desa Mareje, Kecamatan Lembar menghubungkan empat dusun. Yakni Dusun Gangga, Dusun Pelang, Dusun Montong Jago, dan Dusun Batu Petak.

Kata Nurudin, Komisi I DPRD Lobar pernah turun meninjau lokasi. Hanya saja, belum ada realisasi. Bahkan, jalan mereka kini sudah tidak bisa dilalui kendaraan.

Sebagai Kepala Desa, ia bukannya berpangku tangan. Dana pribadi Rp 3 juta digelontorkan untuk menutup jalan tersebut memakai tanah uruk. Namun karena kondisi hujan sekarang ini, tanah tersebut sudah berceceran alias ambruk lagi.

a�?Kalau tidak percaya silakan datang langsung ke Mareje. Kalau tidak ada bensin, nanti kami ganti uangnya,a�? sindirnya.

Bahkan saking parahnya, Nurudin menuturkan pernah ada warganya melahirkan ditandu menggunakan tenda. Karena kondisi jalan yang sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan, warga tersebut digendong dibawa ke puskesmas.

a�?Tolong perhatikan kami di Mareje pak. Desa kami terisolir jauh dari perkotaan,a�? pintanya.

Sementara itu, Amin salah satu warga yang ikut hearing merasa warga Desa Mereja dianak tirikan oleh Pemkab Lombok Barat. Karena sejauh ini, warga desa tidak bisa menikmati fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Seperti desa lainnya.

a�?Dari sekian desa di Lobar yang infrastruktur kurang adalah Mareje,a�? kritiknya.

Ia dan warga lain berharap, pemerintah terkait merespon keinginan mereka. Khususnya infrastruktur jalan untuk diperhatikan dan menjadi prioritas perbaikan tahun ini. a�?Kami sudah lelah dijanji-janji terus pak,a�? ujarnya.

Tak hanya jalan, warga Desa Mereje yang hadir pun mempertanyakan keseriusan PLN. Kabel PLN ribuan meter dianggurin berceceran di jalan tersebut. Sehingga membahayakan warga yang melintas, sewaktu-waktu kena strum.

Dari pengakuan warga, sudah ada korban. “Tuntunan kami hanya ada dua pak. Jalan dan tiang listrik ini,a�? tukas Amin.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) I Made Artadana dalam kesempatannya menyatakan, pihaknya memahami keinginan warga. Karena bagaimanapun jalan merupakan kebutuhan pokok infrastruktur di desa dan kecamatan.

Pihaknya pun sepakat, jalan yang menghubungkan empat dusun di Desa Mereje itu masuk dalam kategori rusak berat dan sangat mendesak. Namun akibat kondisi yang ada, keterbatasan anggaran jalan tersebut belum juga diperbaiki.

a�?Tentu butuh waktu dan melalui mekanisme yang ada dilakukan bertahap,a�? jelasnya.

Bagaimanpun, lanjut Made, dasar perencanaan penanganan jalan bermuara pada keterbatasan anggaran.

Berdasaran rating hasil Musrembang khusus di Kecamatan Lembar tahun 2016 yang masuk di 2017, peringkat satu sampai empat antara lain, jalan di Dusun Jelateng, Desa Sekotong Timur, jalan di Dusun Lendang Andus, Desa Labuan Tereng,A� jalan di Dusun Beroro, Desa JHembatan Kembar, dan jalan di Dusun Pelan, Desa Mereje.

a�?Namun yang disetujui oleh pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat satu ruas saja. Yakni jalan Selagalas menuju Batu Kumbung Narmada,a�? bebernya.

Ditegaskan, pusat sendiri menentukan berdasarkan data-data yang ada dan fakta di lapangan. a�?Itulah keputusan pengelola DAK pusat,a�? tegas Made.

Lantas bagaimana dengan jalan yang tidak diakomodir DAK? “Kami usulkan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Ini sedang dalam rangka pembahasan,a�? tandasnya.

Sementara Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim memberikan deadline waktu satu minggu kepada PLN menindaklanjuti keluhan warga terkait kabel yang dianggurin. Kalau tidak, pihaknya mengancam akan ikut bersama masyarakat,A� menggdor kantor PLN di Mataram.

Sedangkan untuk perbaikan jalan, lanjut Sulhan, akan mengupayakan dana perbikan senilai Rp 1 sampai Rp 2 miliar di APBD perubahan. “Tapi kalau dana itu tidak cukup, kita minta Dinas PU-PR mengupayakan,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka