Ketik disini

Metropolis

Anggota Dewan Ngamuk di Unram

Bagikan

MATARAM – Anggota DPRD Kota Mataram HM Ehlas mendatangi gedung Pascasarjana Unram, siang kemarin. Dia hendak mencari pejabat yang dianggap membuat aturan yang ribet dan hanya mempersulit mahasiswa saja.

“Ada aturan TOEFL harus 450 itu sangat memberatkan,a�? ujarnya kesal.

Dia pribadi merasakan kesusahan kaena aturan itu. Sudah tujuh kali politisi yang kini tengah menempuh studi S2 Hukum itu mencoba peruntungan melakukan tes. Hasilnya, nilai Ehlas hanya dikisaran 387 saja.

“Terus bagaimana, apa saya tak boleh lulus-lulus,a�? ujarnya.

Menurutnya, aturan TOEFL tak pas diterapkan merata. Dia yang memang tak memiliki latar belakang kemampuan berbahasa Inggris jelas kewalahan. Jurusannya juga tak begitu membutuhkan Bahasa Inggris.

“Padahal semua mata pelajaran saya sudah selesaikan, apa kita harus serba bisa bahasa asing,a�? ketusnya.

Karena tak kunjung lulus, Ehlas kini dimintai lagi biaya SPP hingga Rp 6 juta. Jelas hal itu kembali memberatkan.

Dalam banyak kasus, mahasiswa tersendat karena urusan TOEFL yang sebenarnya tak mendasar. Dia juga mengklaim sudah mendapat rekomendasi prodi dan fakultas untuk wisuda. a�?Sekarang disuruh bayar lagi, ini bukan uang yang sedikit,a�? keluhnya.

Dia berharap ada kebijakan pihak Unram. Terlebih angkatan diatasnya tak diwajibkan seperti itu.

Dia meminta Unram memikirkan nasib para mahasiswa yang terbuang waktu, tenaga, dan biaya hanya karena persoalan TOEFL yang belum tentu digunakan setelah wisuda. Apa lagi untuk jurusan yang tak terkait langsung dengan Bahasa Inggris.

“Kalau memang kemampuan kita bukan di bidang itu, tes sampai puluhan bahkan ratusan kali tetap tak akan lulus,a�? ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pascasarjana Unram Prof I Komang Damar Jaya mengatakan Permenristekdikti 44/2015 adalah dasarnya. Peraturan itu mengatur standar nasional terkait.

Dalam salah satu poin, pihak kampus dibolehkan menaikkan standar dalam rangka mengejar mutu pendidikan atau akreditasi yang lebih tinggi. a�?Itulah yang dilakukan Unram,a�? ujarnya.

Magister Hukum Unram yang sudah terakreditasi B lanjutnya segera diupayakan menjadi A. Karena itu, sejumlah pengetatan syarat harus dilakukan. TOEFL menjadi salah satunya.

Bahkan jika dibandingkan PT lain, ada juga yang menerapkan 475 bahkan 500. a�?Gorontalo waktu berkunjung ke sini, dia tertawakan kita yang pakai standar serendah itu,a�? ujarnya.

Tak hanya soal TOEFL, bagian riset dan publikasi juga terus ditingkatkan syaratnya. Tak lagi sebatas seminar internasional, sejumlah aturan lain seperti publikasi pada jurnal nasional yang terakreditasi juga haus dilakukan mahasiswa S2.

Kasus sukar lulus karena aturan tersebut, utamanya TOEFL diakui terjadi pada cukup banyak mahasiswa. Namun aturan tetaplah aturan yang harus ditaati.

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,A� sejumlah jurus dilakukan. Ada kewajiban mengikuti kursus Bahasa Inggris, ada juga pendalaman TOEFL yang bisa dilakukan.

Mahasiswa juga didorong segera mendapat dosen pembimbing sejak awal, agar setidaknya satu tulisan ilmiah cepat terpublikasi. a�?Ini bukan untuk menyulitkan, tapi meningkatkan standar dan mutu,a�? pungkasnya..(yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka