Ketik disini

Headline Sumbawa

ESL Terganjal Izin

Bagikan

TALIWANGA�a�� Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merealisasikan investasi PT Eco Solution Lombok (ESL) masih terganjal izin dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB. Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) sampai saat ini belum diterbitkan Pemrov NTB. Sementara ESL sudah tiga tahun berharap kegiatan mereka di gugusan Gili Balu, Kecamatan Poto Tano bisa segera dilaksanakan.

Sebelumnya, IUPJL merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun sejak Undang-Undang Nomor 23 terbit, kewenangan tersebut kemudian diambil alih pemerintah provinsi (Pemrov).

a�?a��Pertimbangan teknis IUPJL ini berada di tangan Dinas Kehutanan Provinsi NTB. Nah inilah yang belum ada sampai saat ini,a��a�� jelas Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang KSB Mars Anugerahinsyah pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group) saat ditemui di kantornya, kemarin(31/1).

Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Mars mengaku gubernur sudah mengarahkan agar ESL diminta memperhatikan pemberdayaan masyarakat. Terkait arahan yang disampaikan gubernur ini, ESL sendiri sudah memasukkan pemberdayaan tersebut ke dalam perencanaan.

a�?a��Inilah yang kita kawal. Ada inisiasi pertemuan antara Pemda KSB dan Pemrov NTB, termasuk melibatkan investor,a��a�� katanya.

Mars menegaskan, ESL sendiri selama ini cukup serius mengembangkan investasi mereka di Gili Balu, Kecamatan Poto Tano. Salah satu bentuk keseriusan ESL, hingga saat ini mereka masih bertahan untuk tetap berinvestasi di KSB.

a�?a��Sudah tiga tahun mereka bertahan. Mereka masih menunggu sampai semua izin yang dibutuhkan dalam investasi ini bisa diterbitkan pemerintah,a��a�� tandasnya.

Dikatakan, pemerintah KSB A�optimis ESL tidak akan menghentikan aktivitas mereka untuk mengelola Gili Balu. Apalagi, semua tahapan dan proses untuk mendapatkan izin tersebut sudah dilalui perusahaan. Tidak hanya itu, perusahaan juga sudah menghabiskan biaya besar untuk pelaksanaan investasi di wilayah itu.

Pemda KSB tidak menampik, pihak perusahaan berharap izin yang menjadi kewenangan Pemrov NTB itu segera diterbitkan. Dengan demikian mereka bisa segera melakukan kegiatan dan investasi.

a�?a��Perusahaan sudah meminta bantuan Pemda KSB untuk membantu mendapatkan izin tersebut. Ya kalau masalah ini dibilang menghambat investasi sudah pasti. Tapi kami akan tetap upayakan bagaimana izin tersebut bisa segera dituntaskan,a��a�� ujarnya.

Pemda KSB juga berharap banyak kepada ESL. Dengan beroperasinya perusahaan ini, dipastikan iklim investasi di KSB berkembang dengan baik.

a�?a��Pak Bupati juga sudah meminta kepada kami untuk segera menuntaskan masalah ini. Karena bagaimanapun investasi tidak boleh dihambat, apalagi itu untuk kemajuan KSB,a��a�� pungkasnya. (far/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka