Ketik disini

Metropolis

Ke Pelabuhan Resmi Dulu, Baru ke Gili!

Bagikan

MATARAM – Tidak ingin dianggap lamban, Dinas Perhubungan NTB akhirnya turun melakukan penertiban kapal-kapal cepat di tiga gili. Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windya bersama tim dari Dishub KLU, Polda NTB, Polres KLU, Bakesbangpol KLU, Syahbandar Pemenang, dan Koordinator Pengawas Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan turun ke Pelabuhan Bangsal. a�?Sampai kemarin anggota tim masih standby melakukan penertiban di lokasi,a�? kata Kepala Dishub NTB Lalu Bayu Windya, kemarin (31/1)

Dalam penertiban itu, tim hanya melakukan pengecekan dan mengarahkan semua kapal-kapal cepat dari Bali untuk berlabuh ke pelabuhan resmi seperti Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Teluk Nare dan Senggigi. Hanya dalam penertiban ini, tim tidak sampai turun ke tengah laut melakukan penghadangan bagi kapal cepat yang menerobos. Hal ini disebabkan terbatasnya kewenangan pemerintah daerah. a�?Kewenangan penghadangan itu hanya oleh pemerintah pusat, kementerian perhubungan,a�? kata Bayu.

Karena tidak ada izin melakukan penghadangan kapal-kapal cepat di tengah laut, akhirnya pemprov melakukan penertiban dengan mengarahkan kapal cepat supaya berlabuh ke pelabuhan resmi. a�?Kami melakukan clearance check (memeriksa izin) di Pelabuhan Bangsal, itu sudah dilakukan,a�? katanya.

Bayu membantah jika dianggap terlalu lamban. Sebab sejak awal pemprov sudah sangat tegas melarang kapal cepat menerobos jaur tanpa melalui pemeriksaan. Hanya saja, kewenangan untuk menggeledah dan menghadang di tengah laut harus mendapat izin dari pemerintah pusat. Untuk itu, penertiban yang dilakukan sejak Desember 2016 lalu dengan pola yang sama, yakni syahbandar mengarahkan mereka menepi ke pelabuhan sebelum berangkat ke gili.

Bayu berharap, dengan pola ini para pemilik kapal bisa lebih tertib. Mereka mau mengikuti aturan berangkat dan berlabuh dari pelabuhan ke pelabuhan. Sehingga arus lalu lintas di perairan gili tertib dan aman.

Ia menjelaskan, tujuan penertiban ini adalah untuk menghindari kecelakaan di laut yang dapat membahayakan wisatawan. Kedua, untuk melindungi alam bawah laut tiga gili yang merupakan kawasan konservasi. Alasan ketiga, untuk mengindari peredaran atau penyelundupan narkoba ke gili. (ili/r7)A�

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka