Ketik disini

Selong

Rutan Selong Ingin Jadi Lapas

Bagikan

SELONGA�– Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Selong, Lombok Timur (Lotim) A�saat ini kelebihan penghuni (over kapasitas). Dari daya tampung A�150 orang, rutan kini disesaki 275 orang. Dengan kondisi tersebut, Kepala Rutan Selong A�Kurnia Panji Pamekas mengaku telah mengajukan permohonan untuk mengubah Rutan menjadi Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

a�?Kalau sudah menjadi Lapas, otomatis nanti banyak perubahannya. Baik dari pengelolaan maupun pembinaannya. Kami berharap juga nantinya ada tambahan bangunan gedung untuk warga binaan,a�? kata dia, kemarin (31/1).

Dengan kondisi saat ini, banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari kondisi keamanan dan keterbatasan sumber daya yang ada.

a�?Personel kami sedikit, sementara warga binaan jumlahnya banyak. Kadang satu ruangan isinya 10 sampai 23. Ada juga yang bahkan sampai 40 orang. Akibatnya ya harus berdesakan tidurnya,a�? tuturnya.

Meski demikian, Panji mengaku sejauh ini kondisi di Rutan Selong cukup kondusif. Warga binaan dinilai cukup kooperatif dan selalau mengikuti setiap program yang diarahkan oleh pihak Rutan.

a�?Kami ada program kemandirian. Untuk warga binaan laki-laki kami arahkan ke budidaya pertanian. Sementara untuk perempuan kami arahkan untuk kerajinan rumah tangga seperti merajut, menjahit dan yang lainnya,a�? jelasnya.

Sejumlah hasil budidaya pertanian yang dilakukan di Rutan Selong diantaranya yakni budidaya tanaman buah naga, jahe, kacang panjang, cabe rawit hingga ubi jalar. Para penghuni rutan bersama-sama menanam, merawat hingga memupuk tanaman yang ada.

a�?Kalau untuk warga binaan perempuan dibantu oleh ibu Dharma Wanita memasarkan produknya,a�? cetusnya.

Jika perubahan Rutan Selong dikabulkan menjadi Lapas, Panji mengaku pelayanan dan pembinaan bagi para warga binaan dikatakan bisa lebih baik dan lebih nyaman. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka