Ketik disini

Giri Menang

Sektor Pariwisata Paling Banyak Aduan

Bagikan

GIRI MENANG – Call Center tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Pemkab Lombok Barat banyak menerima aduan dari sektor pariwisata. Laporan dari penjuru daerah ini menyangkut pungli di lokasi-lokasi pariwisata yang dikelola oleh desa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Call Center Saber Pungli Pemkab Lobar, I Ketut Sandiasa. “Sudah banyak, tapi belum ada ditindaklanjuti,a�? terangnya ditemui di ruang kerjanya, kemarin (31/1).

Sandiasa menjelaskan, aduan yang diterima mengenai retribusi parkir yang ada di tempat wisata. Begitu juga dengan tarif retribusi yang terlalu tinggi. Sebagian tidak diatur oleh Perdes, Perbup ataupun Pergub.

a�?Ada juga aduan soal penggunaan karcis masuk yang nomor serinya sama,a�? jelasnya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Lobar ini masih enggan menyebut jumlah aduan yang diterima. Ia berdalih belum meminta izin kepada Ketua Saber Pungli, H Moch. Taufiq.

“Untuk jumlahnya harus izin dulu sama pimpinan,a�? ucapnya.

Laporan ini banyak masuk melalui layanan SMS. Banyaknya aduan yang diterima, kata Sandiasa, menunjukkan respons positif masyarakat mengadukan penyimpangan tujuh sektor yang menjadi atensi pemerintah pusat.

“Belum sampai ada yang ditindaklanjuti. Karena identitas pelapor kadang kurang lengkap. Tapi kami pastikan identitasnya tidak bocor,a�? katanya.

Selain tempat wisata, tempat atensi lain yang menjadi pengawasan pihaknya berada di sekolah dan desa. Menurutnya pungli tidak melihat besar kecil jumlahnya, namun kelakuan dari pelakunya yang terus menerus.

“Seperti di sekolah sekedar memungut uang photo copy, atau uang pembuatan rapot, biar kecil namun jika di kerjakan secara berulang-ulang, kita akan peringatkan,a�? imbuhnya.

Kendati telah banyak aduan yang masuk, namun belum ada sampai ditindaklanjuti. Karena masih harus ada pengumpulan data, pengumpulan keterangan. Sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Sandiasa mengatakan, untuk aduan yang tidak memiliki bukti, pihaknya tetap menerima. Sebagai refrensi pemetaan titik-titik rawan pungli. “Fokus kita saat ini masih dalam upaya pencegahan. Dengan sosialisasi kepada sekolah-sekolah di Lobar,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka