Ketik disini

Metropolis

Sesat,Siti Aisyah Melenggang Bebas

Bagikan

MATARAM – Hingga kemarin, Siti Aisyah, pemilik Rumah Mengenal Alquran masih melenggang bebas. Setelah dinyatakan sesat, perempuan asal Jawa Timur yang mengenakan jilbab tersebut memang telah dimintai keterangan oleh polisi, namun masih diperbolehkan pulang dan tidak ditahan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB sendiri telah resmi melaporkan Siti Aisyah ke Polda NTB dengan dugaan penyebaran ajaran Islam yang menyesatkan. Siti Aisyah menyebarkan ajaran yang mengingkari seluruh sunnah, menyerukan salat dan puasa tidak ada dalam Alquran sehingga tidak perlu dijalankan.

a�?Laporan pengaduan dari MUI sudah tadi siang (kemarin, Red),a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, kemarin (31/1). Bersamaan dengan laporan itu, kemarin Siti Aisyah juga telah diperiksa kembali. Namun, dia masih diperbolehkan pulang setelah diperiksa.

Sementara terkait laporan MUI itu, kepolisian kata Tri Budi akan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Mereka yang mengetahui aktivitas Siti Aisyah dan Rumah Mengenal Alquran yang ia dirikan, rencananya akan dimintai keterangan. a�?Mohon dukungan masyarakat agar cepat menuntaskan perkara ini,a�? ujarnya.

Siti Aisyah pun kata Tri Budi akan kembali diperiksa bersama dengan pemeriksaan saksi. Perkara ini sendiri, akan ditangani Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB. a�?Tapi kita periksa saksi dulu, termasuk nanti dari MUI,a�? katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi secara terpisah menegaskan keberadaan Rumah Mengenal Alquran perlu ditelusuri lebih dalam. Terutama siapa penyokong dana di balik ajaran tersebut.

Apalagi Rumah Mengenal Alquran tersebut berada di ruko yang cukup mahal di tengah kota. Kuat dugaan ada orang yang berdiri di belakangnya. Hal ini perlu dicermati agar terungkap secara jelas, apa tujuan ajaran tersebut.

a�?Kita perlu mengetahui apakah dia itu berdiri sendiri atau ada yang ingin membuat keresahan di tengah masyarakat,a�? kata Gubernur, kemarin (31/1).

Gubernur dari kalangan ulama ini meminta, jika ada yang ajaran aneh-aneh seperti itu, warga segera memberitahukan ke pemerintah, sehingga aparat bisa mengambil tindakan cepat. Ia juga meminta kepada masyarakat tidak perlu cemas, apalagi sampai mengambil tindakan sendiri, karena aparat juga sudah mengambil langkah cepat untuk menanganinya.

a�?Tidak perlu cemaslah,a�? katanya.

Selain itu, ia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk proaktif menyelidiki, sehingga bisa dilakukan penanganan cepat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebab, hal-hal semacam itu bisa masuk dalam penondaan agama. Jika dilihat dari sisi ajaran yang disebarkannya, pada Rumah Mengenal Alquran banyak ungkapan yang nyeleneh segala macam, seperti a�?BELA ALLAH atau BELA AHLI KITAB AL-QURANa�?.

Meski demikian, ia berharap langkah yang harus ditempuh saat ini adalah langkah persuasif, sehingga tidak ada aksi-aksi anarkis yang dapat mengganggu stabilitas di tengah masyarakat.

a�?Tapi intinya kalau menemukan seperti itu, kegiatan keagamaan yang aneh, baik agama Islam, Kristen, Hindu dan sebagainya bisa dilaporkan ke pemerintah agar bisa ditindaklanjuti,a�? imbuh Gubernur. (dit/ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka