wholesale nfl jerseys Tiga Desa di Kecamatan Woha Terendam Banjir

Ketik disini

Bima - Dompu

Tiga Desa di Kecamatan Woha Terendam Banjir

Bagikan

BIMAA�a�� Kecamatan Woha kembali terendam banjir. kemarin pagi (31/1), tiga desa di kecamatan tersebut terendam banjir. Desa yang terendam cukup parah adalah Desa Naru, Nisa dan Talabiu. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sekitar pukul 10.50 Wita air sudah masuk ke permukiman warga. Anak a�� anak terlihat sibuk bermain dan mandi dengan air banjir tersebut. Sementara beberapa ibu rumah tangga sibuk mengevakuasi perabot rumah tangga mereka. Mengamankan ke tempat yang lebih tinggi.

Camat Woha Candra Kusuma mengatakan, air mulai masuk ke permukiman kemarin subuh. Air itu merupakan banjir kiriman. Air tersebut bersumber dari Sungai Parado dan meluap ke permukiman warga.

Diakui Candra, dua hari terakhir Kecamatan Woha diguyur hujan. Akibatnya, air hujan tidak mampu ditampung oleh sungai dan meluap ke permukiman warga.

a�?Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi ke tempat pengungsian. Mereka hanya mengungsi di rumah tetangga yang tidak terkena banjir,a�? jelasnya.

Menurut Candra, akibat banjir tersebut, 300 unit rumah warga terendam. Kemudian satu unit sekolah dan 40 hektare lahan pertanian yang ikut terendam.

a�?Kami sudah memberikan laporan ke BPBD terkait hal ini,a�? ujarnya.

Hamid, 45 tahun, warga Desa Naru mengaku desanya sudah menjadi langganan banjir. Menurut Hamid, setiap musim hujan, wilayah mereka pasti akan terendam banjir. Air yang meluap ke permukiman warga merupakan kiriman dari Sungai Parado.

a�?Di sini tidak ada sungai, tapi ada parit di belakang yang meluap dan masuk ke permukiman warga,a�? ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima H M Taufik Rusdy menjelaskan, Selasa pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Kecamatan Woha terendam banjir. Menurutnya ada dua desa yang terendam yakni Desa Naru dan Nisa.

a�?Ketinggian air yang meluap diperkirakan setengah meter atau setinggi lutut orang dewasa,a�? jelasnya.

Sekitar pukul 11.45 Wita, Taufik Rusdy memperkirakan ketinggian air masih akan bertambah. Tim BPBD sendiri langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. BPBD juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

a�?Tim sudah melakukan pengecekan dan pendataan. Untuk sementara ketinggian air masih selutut. Kemungkinan Desa Dadibou juga akan menjadi sasaran luapan air sungai,a�? pungkasnya.

Sementara itu cuaca buruk di Bima kemarin memengaruhi penyeberangan dari Bima ke NTT. Tinggi gelombang laut di wilayah Bima dan sekitarnya mencapai 3 meter. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu pekan terakhir. Diperkirakan masih akan berlangsung hingga satu minggu ke depan.

Hal tersebut diungkapkan kepala BMKG Bima Daryatno saat ditemui di Kantor BMKG Bima, kemarin (31/1). Dijelaskannya, ketinggian gelombang laut tersebut dipengaruhi oleh gaya tarik bulan dan kecepatan angin.

a�?Sejak sepekan lalu, terjadi pola tekanan rendah di barat Australia dan berakibat pada tingginya gelombang laut,a�? jelasnya.

Diakui Daryatno, tingginya gelombang laut berimbas pada lalu lintas pelayaran. Akibatnya, beberapa pelabuhan penyebarangan terpaksa memberlakukan sistem buka tutup.

a�?Pelabuhan Sape kemarin ditutup karena gelombang cukup tinggi. Buka tutup pelabuhan ini tidak hanya di Sape a�� Labuan Bajo, tetapi juga di pelabuhan Tano a�� Kayangan,a�? bebernya.

Daryatno mengimbau nelayan untuk berhati a�� hati ketika melaut. Karena ketinggian gelombang dan angin kencang masih akan terjadi hingga satu minggu ke depan.

a�?Untuk nelayan diharapkan agar tetap waspada ketika melaut. Karena cuaca ekstrem masih terus akan terjadi,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka