Ketik disini

Giri Menang Headline

Tiga Dusun Butuh Jembatan

Bagikan

GIRI MENANG – Kondisi memprihatinkan terjadi di tiga Dusun di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong. Selama puluhan tahun, masyarakat setempat hidup dalam keterbatasan akses dan infrastruktur.

Warga Dusun Dasan Baru, Dusun Pengendan, dan Dusun Gunung Embid selama ini keluar masuk wilayahnya melewati tanah warga dari dusun lain. Akibatnya, aktivitas warga seperti ke pasar hingga ke sekolah jadi terganggu.

Mirisnya, ketika ada salah satu warga yang meninggal dunia, mereka harus bersusah payah membawa jenazah ke pemakaman umum. Berjuang melewati perbukitan yang berlumpur dan bebatuan.

Maklum saja, warga di tiga dusun itu mayoritas beragama Hindu. Pasalnya, dalam adat Hindu, tanah yang dilalui jenazah harus diupacarai terlebih dahulu. Sebelum digotong menuju Setra atau kuburan.

I Gede Agus, salah seorang warga Dusun Gunung Embid mengatakan, sudah puluhan tahun masyarakat di tiga dusun itu terisolir. Hidup dalam keterbatasan infrastruktur.

Dikatakan, warga sudah sering mengeluh namun tak kunjung ada respons dari pemerintah. Bahkan diakui, beberapa kali pengajuan baik melalui Musrenbangdes maupun Musrenbang Kecamatan Sekotong, tetap saja jalan di dusun mereka tak kunjung ada respon.

a�?Kami juga sempat bersurat ke Dinas PU Lobar beberapa tahun lalu, namun belum juga ada solusi,a�? sesalnya.

I Gede Agus malah menganggap bantuan pemerintah tidak tepat sasaran. Pasalnya, warga yang membutuh jembatan tak kunjung ada. a�?Malah pemerintah memperbaiki bendungan di Dusun Taman Baru. Yang kami butuhkan, jembatan Pak Bupati,a�? ujarnya.

Kepala Dusun Pengendan, I Ketut Semara menjelaskan, terkait keluhan warga dirinya sudah beberapa kali menyampaikannya ke pemerintah desa. Bahkan, kata dia, keluhan itu terus disampaikan sekitar 15 tahun silam, sejak A�almarhum Bupati Iskandar masih menjabat. “Namun sampai sekarang, tetap saja seperti ini,a�? keluhnya.

Di saat musim hujan seperti sekarang, masyarakat di tiga dusun tersebut benar-benar diuji. Ketut mengatakan, sering kali waktu Pilkada, mereka dikunjungi calon kepala daeran dengan janji-janji palsu. Sayangnya hingga sekarang tak jua ada reasliasi. “Kalau momen Pilkada banyak yang datang,a�? pungkasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka