Ketik disini

Praya

Loteng Minta Pemprov Bersikap

Bagikan

PRAYAA�– Persoalan sengketa wilayah Nambung di Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), terus menggelinding. Kali ini, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri angkat bicara. Ia yakin, Nambung tetap menjadi hak milik Gumi Tatas Tuhu Trasna, bukan Lombok Barat (Lobar).

a�?Sehingga, wajar saja Kemendagri tidak berani bersikap. Karena, mereka tahu, Nambung itu milik Loteng,a�? kata orang nomor dua di Loteng tersebut, kemarin (1/2).

Kendati demikian, saran Pathul persoalan yang satu itu, tidak boleh berlarut-larut. Pemerintah provinsi harus cepat melaksanakan mediasi kedua belah pihak. a�?Insya Allah, dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Lobar. Kita berharap provinsi memfasilitasi,a�? harapnya.

A� Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Loteng Samsul QomarA� menegaskan, ternyata pihak Lobar, diam-diam merampas lahan Nambung di Desa Montong Ajan mencapai 500 hektare (ha).

a�?Untuk itu, seluruh dokumen apa pun yang diterbitkan Lobar, harus di evaluasi,a�? sarannya.

A�Yang tidak kalah pentingnya juga, diakui Qomar sertifikat tanah yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lobar, wajib ditinjau ulang. Karena, tidak ada alas haknya. Untuk membuktikan, pihaknya berharap provinsi segera turun tangan meluruskan masalah.

a�?Intinya, sampai kapan pun kami tidak akan melepas sejengkal lahan di wilayah Nambung,a�? tegas Qomar.

Politisi Demokrat itu juga mengaku, mengikuti hasil pertemuan Pemkab Loteng, Lobar dan provinsi di kantor Kemendagri, awal Januari lalu di Jakarta. Kesimpulannya, persoalan sengketa tapal batas kedua wilayah, ada ditangan provinsi. Karena, Kemendagri paham SK Gubernur Nomor 267 Tahun 1992, bukan menjadi acuan hukum.

A�a�?Kami mohon Bapak Gubernur, untuk bijaksana (terkait) masalah ini. Jangan sampai ada konflik sosial dan kami minta Lobar harus berkaca,a�? sindir Qomar. (dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys