Ketik disini

Selong

PLN Kembali Uji Coba PLTU Lotim

Bagikan

SELONGA�a�� A�PT PLN (Persero) kembali menguji coba Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP) Lombok Timur (Lotim). PLTU yang berlokasi di Sambelia ini berkapasitas 2×25 Megawatt (MW). Kemarin (1/2) PLN melakukan load rejection (pengujian beban) hingga 75 persen dari kapasitas mesin pembangkit.

a�?Uji coba ini akan berdampak pada keandalan sistem kelistrikan yang mengakibatkan terjadinya pemadaman pada pelanggan secara situasional. Untuk itu kami mohon maaf dan permakluman pelanggan PLN.a�? Kata Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah.

Uji coba ini merupakan rangkaian proses untuk mengukur keandalan dan fungsi dari pembangkit tersebut secara bertahap. Mulai dari 25 hingga 100 persen. Ini dilakukan untuk melihat kondisi mesin dari sisi operasional. Apakah sudah berjalan dengan baik dan siap dioperaskan.

a�?Saat uji coba akan terjadi penambahan daya atau pengurangan daya secara signifikan. Pada titik tertentu akan menyebabkan system kelistrikan terganggu, dampaknya padam. Namun sifatnya pun sementara dan situasional,a�? tambah Chaidar.

Commercial Operation Date (COD) PLTU Sambelia Lotim rencananya akan dilakukan pada Bulan Maret Tahun 2017. Saat ini, daya mampu di Pulau Lombok mencapai 245 MW, dengan beban puncak sekitar 225 MW. a�?Jika sudah operasi, PLTU Lotim ini akan membuat listrik di Pulau Lombok semakin andal,a�? ucapnya.

Beroperasinya PLTU Lombok Timur akan menambah daya kelistrikan Lombok sebesar 50 MW. Pada Bulan Februari daya mampu diperkirakan mencapai 293,7 MW. Hal ini dikarenakan adanya pemeliharaan pada beberapa pembangkit dan berakhirnya kontrak beberapa pembangkit sewa.

Meskipun demikian, penambahan pembangkit perlu terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB. Selain itu, penambahan pembangkit juga dilakukan agar tidak terjadi defisit daya di kemudian hari.

General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji menambahkan, pertumbuhan kebutuhan daya dilihat dari beban puncak kelistrikan NTB terus mengalami peningkatan. Rata-rata 12-13 persen dalam 6 tahun terakhir. Dari total tiga sistem kelistrikan yang ada di NTB, beban puncak pada tahun 2010 hanya sebesar 162 MW. Beban ini terus meningkat mencapai 309 MW pada tahun 2016.

a�?Pertumbuhan kebutuhan listrik di NTB cukup tinggi. Penambahan pembangkit ini jelas sebuah kebutuhan. Jika pembangkit tidak ditambah, beberapa tahun mendatang NTB akan mengalami defisit listrik kembali,a�? pungkas Aji. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka