Ketik disini

Giri Menang

Retribusi Sesaot Jelas dan Murah

Bagikan

GIRI MENANG – Terhadap retribusi wisata Hutan Sesaot di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada yang dikeluhkan wisatwan belum lama ini membuat Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat Ispan Junaidi angkat biacara. Ispan membantah tegas retribusi Sesaot dianggap ilegal.

Dikatakan, retribusi pemandian Sesaot sangat jelas dan dikelola oleh koperasi desa setempat yang telah berbadan hukum. “Justru yang belum jelas itu yang Aik Nyet di Desa Buwun Sejati,a�? terangnya, kemarin (1/2).

Soal dinilai mahal oleh wisatawan, mantan Kepala Dikbud Lobar itu mengatakan retribusi sebesar Rp 5 ribu sudah sangat murah. Ia membandingkan dengan pemandian di tempat lain, yang untuk biaya masuk saja sebesar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

a�?Coba lihat di tempat lain, di waterpak lain biaya masuk Rp 40 ribu. Belum lagi sewa ban Rp 40 ribu. Jauh lebih murah dibandingkan ditempat lain, jadi itu sudah murah meriah,a�? katanya.

Retribusi wisata hutan Sesaot telah memliki dasar hukum yang jelas. Yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2016. Tentang pungutan destinasi wisata di kawasan perhutanan. Yang merupakan kerjasama antara pemerintah provinsi dan Kabupaten Lobar.

“Pihak provinsi ini adalah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),a�? ungkap Ispan.

Sebelumnya, Camat Narmada Abdul Manan mengakui retribusi wisata hutan Sesaot belum optimal. Lantaran regulasi yang dipakai sebagai acuan saat ini masih dirancang pihak terkait. Baik pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka