Ketik disini

Selong

SD-SMP Satap Terara Siap UNBK 10 tahun Lagi

Bagikan

SELONGA�– Di Lombok Timur (Lotim), masih terdapat sejumlah sekolah yang bediri satu atap (Satap). Salah satunya yakni SD-SMP Satap 1 Terara. Fasilitas dan sarana prasarana yang terbatas membuat sekolah yang berada tepat di samping Bendungan Pandanduri ini relatif tertinggal dari sekolah lainnya.

Kini terkait rencana pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menyeluruh, Kepala SD-SMP Satap 1 Terara, H Rusdi menilai hal tersebut sulit terealisasi di sekolah yang ia pimpin.

a�?Proses pembelajaran bisa berlangsung setiap hari saja itu sudah baik bagi kami. Di sini kami banyak kendala. Masih terlalu jauh untuk berbicara Ujian Nasional Berbasis Komputer,a�? kata dia kepada Lombok Post.

a�?Kami bisa siap mungkin 10-15 tahun lagi,a�? sambung Rusdi saat ditemui di sekolahnya kemarin (1/2).

Dalam kurikulum yang ada, siswa memang sudah dikenalkan dengan perangkat komputer melalui mata pelajaran. Hanya saja, yang diajarkan selama ini lebih mengarah kepada teori. Bukan praktek. a�?Itu pun kami kenalkan siswa dengan laptop. Hanya gambaran sekilas saja,a�? kata Abdul Muhid, guru Bahasa Inggris SD-SMP Satap 1 Terara.

Siswa yang ada di SD-SMP Satap ini sendiri datang dari sejumlah pelosok wilayah Terara. Dari tahun ke tahun jumlah siswa terus berkurang. Karena, sejumlah warga yang dulunya tinggal di area Bendungan Pandanduri sudah transmigrasi akibat pembebasan lahan. Saat ini siswa SD berjumlah 112 orang. Sedangkan SMP hanya 40 siswa.

a�?Yang ujian ada 12 siswa, berkurang dari tahun sebelumnya 13 siswa. Itu juga baru tahun lalu kami mulai melaksanakan ujian di sini. Kalau tahun-tahun sebelumnya kami numpang ujian kertas di SMPN 1 Terara,a�? ujar Rusdi.

Ia mengaku, saat ini banyak sekali kendala yang dihadapi para guru. Mulai dari jumlah siswa yang berkurang, sarana dan prasaranan yang minim, hingga belum cairnya dana BOS.

A�a�?Kami tidak punya perpustakaan. Air bersih tidak ada. Saat ini BOS juga belum cair, kami terus terang merasakan sekali dampaknya. Banyak guru yang rela bolak-balik dari Lombok Tengah memberikan les ke siswa belum dibayar,a�? tutur Abdul Manan Jaelani guru IPS SD-SMP Satap 1 Terara.

Dengan kondisi yang seperti ini, wacana UNBK secara menyeluruh dirasa sulit terealisasi. a�?Terus terang, kami tentu mau (UNBK, Red). Cuma fasilitas ini yang nggak ada,a�? kata dia.(ton/r2)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka