Ketik disini

Metropolis

Wisatawan Jangan Buang Sampah Sembarangan!

Bagikan

SELONG – Kabupaten Lombok Timur memiliki dua objek wisata yang sangat terkenal yakni Pantai Pink dan Tanjung Bloam. Akan tetapi kebersihan di dua objek wisata yang berada di sekitar hutan lindung Sekaroh, Jerowaru itu sangat memprihatinkan. Karena masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Untuk itu, pihak Hotel Jeeva Bloam secara rutin membersihkan tempat itu. Meskipun baru berumur empat tahun, namun pihak Jeeva bloam sudah menjadi bagian dari hutan Sekaroh. Pihak hotel menjadikan hari Jumat sebagai hari kebersihan di dua kawasan objek wisata tersebut.

“Kami dari Jeeva Resort memang didedikasikan untuk kebersihan Bloam dan sekitarnya,” kata Corporate General Manager Jeeva Resort Darmawan P Drajat, Jumat (27/1) lalu.

Dijelaskan, program ini sudah dilakukan sejak lama. Tepatnya ketika pihaknya mendirikan Jeeva Klui di Lombok Utara. “Kita mulai dengan menyediakan tong sampah dengan konsep tradisional, kemudian kita turun langsung membersihkan tempat ini,” ujarnya.

Dikatakan Darmawan, plastik adalah sampah yang paling sulit terurai. Sehingga Jeeva Bloam juga tampil dengan bangunan ramah lingkungan. Hampir semua bangunan di tempat tersebut terbuat dari bahan tidak permanen. Bahkan tempat ini tidak menyediakan air mineral lantaran botolnya dari plastik.

“Kita sediakan air dengan dispenser, agar tidak ada sampah plastik. Coba bayangkan kalo setiap kamar menyediakan empat air mineral dengan botol, seminggu saja kita sudah menyumbang sampah begitu banyak,” tandasnya.

Selain itu, sejak awal dibangun, Jeeva Bloam juga sudah mengusung konsep go green. Lantaran letaknya di tengah hutan konservasi, sehingga semua bahan bangunan terbuat dari bahan daur ulang.

Lebih lanjut, diungkapkan Darmawan, akan ada proyek ramah lingkungan lain yang akan dilakukan. Salah satunya yang terdekat akan digarap adalah penanaman pohon atau penghijauan hutan Sekaroh yang sudah mulai gundul.

Selain itu, pihak Jeeva Bloam akan memanfaatkan air aut agar bisa dimanfaatkan sebagai kebutuhan sehari-hari. “Mesinnya sudah dibeli, tapi masih kita lakukan pendekatan. Tapi kita tetap akan memanfaatkan warga sekitar yang menjual air di sini, karena mereka membantu kita sejak awal merintis,” tegasnya.

Dilihat dari namanya, lanjut pria yang akrab disapa Wawan ini, Jeeva Bloam memang seharusnya menjaga keindahan lingkungan Bloam. Tidak hanya itu, Bloam juga harus mampu memberi manfaat bagi warga sekitar. “Jeeva itu berasal dari bahasa Sangsekerta yang artinya jiwa. Jadi Jeeva Bloam adalah jiwa dari bloam itu sendiri,” jelasnya. (van/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka