Ketik disini

Giri Menang

Ada Infaq dan Sedekah Mengendap di SKPD

Bagikan

GIRI MENANG – Tingkat kesadaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Lombok Barat untuk membayar infaq dan sedekah, sangat tinggi. Apalagi setelah mulai berlakunya Perda Nomor 1 Tahun 2012, pembayaran infaq dan sedekah dipotong dari gaji sesaui golongan.

Pemotongan gaji tersebut dilakukan masing-masing bendahara gaji SKPD. KemudianA� disetorkan ke rekening Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat. Ironisnya, infaq dan sedekah yang dikeluarkan PNS tersebut malah ada yang belum sampai ke Baznas Lobar hingga sekarang.

Berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tersebut, Infaq dan sedekah yang dikeluarkan PNS tergantung golongan. Untuk golongan IV Rp 50 ribu, golongan III Rp 30 ribu, golongan II Rp 20 ribu, dan golongan I Rp 10 ribu.

Kepala Baznas Lobar TGH Muchlis Ibrahim mengakui jika masih banyak SKPD belum menyerahkan. Menurutnya, secara aturan infaq dan sedekah itu seharusnya diserahkan setiap bulan.A� Namun masih mengendap di oknum bendahara gaji SKPD terkait.

“Kadang ada menyetor tiga bulan satu kali,a�? terangnya, kemarin (2/2).

Terkait hal ini, Baznas Lobar sudah berkirim surat ke SKPD terkait. Meminta konfirmasi alasan belum menyetor.

“Alasannya karena oknum bendahara pindah tugas. Sementara terpakai untuk kebutuhan kantor,a�? kata TGH Muchlis Ibrahim.

Berdasarkan pemetaan Baznas Lobar, potensi infaq dan sedekah di Lobar per tahun mencapai puluhan miliar. Sumber dana utama adalah PNS lingkup Pemkab Lobar yang mencapai 8 ribu orang. Termasuk guru-guru PNS di sekolah-sekolah.

a�?Infaq dan sedekah ini berguna untuk kepentingan membantu masyarakat miskin. Program ini juga membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan,a�? katanya.

Mengantisipasi pengendapan uang infaq dan sedekah di SKPD, ke depan Baznas Lobar merencanakan agar pembayaran dilakukan melalui bank. “Sudah kita konsul dengan Pak Bupati, tinggal dibuatkan SK,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka