Ketik disini

Headline Praya

Pujut Banjir, 267 Rumah Terendam

Bagikan

PRAYAA�– 267 rumah warga di Desa Kuta dan Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) terendam banjir. Akibatnya sebagian mereka mengungsi, sebagian lainnya bertahan demi menjaga harta benda.

a�?Ini musibah banjir terparah sepanjang desa dan dusun ini berdiri,a�? keluh Kepala Dusun (Kadus) Ujung Lauk Abdul Mutalib, kemarin (2/2) di lokasi banjir.

Entah apa penyebabnya, kata Mutalib banjir tiba-tiba datang dari atas perbukitan menjelang magrib, Selasa (31/1). Akibatnya, beberapa rumah warga terendam, dengan ketinggian sebatas paha orang dewasa. AwalnyaA� warga sempat bertahan di rumahnya masing-masing. Namun, begitu banjir susulan datang kembali pada Rabu (1/2), warga terpaksa meninggalkan rumah.

Karena, lanjut Mutalib ada sebagian perkampungan warga, yang terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Total rumah yang terendam banjir sebanyak 117 unit, dari total 200 Kepala Keluarga (KK), termasuk kandang ternak sapi, kambing dan ayam.

a�?Kondisi seperti itu, membuat sebagian besar warga kami mengungsi. Sebagian lagi masih bertahan,a�? katanya.

Alasannya, tambah Mutalib karena mereka menjaga harta benda dan ternak mereka masing-masing. Aparatur pemerintah desa pun sudah berkali-kali mengingatkan agar warga meninggalkan rumah. Namun, mereka lebih memilih bertahan.

A�a�?Di Desa Kuta, ada tiga dusun yang terendam banjir. Terparah, di Dusun Ujung Lauk,a�? kata Kepala Desa (Kades) Kuta Lalu Badaruddin, terpisah.

Dua dusun yang dimaksud, terang Badaruddin meliputi Dusun Ujung Daye dan Dusun Rangkap Dua. Keduanya, tidak sampai menerjang pemukiman warga. Namun, menghantam akses jalan baik yang menyambung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, maupun perkampungan warga.

Beberapa akses jalan, kata Badaruddin terendam banjir. Kendati demikian, bisa dilalui kendaraan. a�?Air bah dari atas perbukitan Dusun Rangkep Dua ini, hanya lewat saja. Tapi, karena ada aksesnya tertutup karena proyek KEK, maka terjadilah banjir ini,a�? ujarnya.

Pantauan Lombok Post, banjir menggenangi akses jalan di bundaran Novotel. Kondisi seperti itu, membuat alat berat ITDC terpaksa membongkar aspal jalan agar air mengalir ke lokasi yang lebih rendah. a�?Kalau sudah ditangani seperti ini, Insya Allah air bah di Dusun Ujung Lauk akan surut,a�? lanjut Badaruddin.

Sementara itu, Camat Pujut Lalu Sungkul belum mengetahui secara detail, berapa titik desa diwilayahnya, yang terkena banjir. Ia memastikan, akan melakukan koordinasi dan langkah cepat, begitu turun ke lokasi. a�?Maklum, baru saja dilantik menjadi Camat,a�? kata mantan Kabid Pengembangan Pariwisata Disbdupar Loteng tersebut.

a�?Di wilayah Pujut, ada dua desa yang mengalami banjir. Keduanya, sama-sama parah,a�? sambung Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, terpisah.

Kedua desa yang dimaksud, kata Amin meliputi Desa Kuta dan Desa Bangkat Parak. Untuk Desa Bangkat Parak, ada tiga dusun yang terendam banjir, terparah di Dusun Pasung. Sisanya, di Dusun Sekodong dan Dusun Ranggakalo. a�?Di Dusun Pasung ada 150 rumah warga yang terkena dampak banjir. Untungnya, tidak sampai ada yang hanyut,a�? beber Amin.

Setiap tahunnya, tekan Amin Dusun Pasung memang langganan banjir. Penyebabnya, karena air sungai dan laut meluap. Disatu sisi, saluran irigasi tidak bekerja maksimal. Akibatnya, air menerjang rumah-rumah warga. Pemerintah pun memutuskan, agar warga diungsikan kelokasi yang lebih aman.

a�?Bantuan sosial sudah kita turunkan, dari kebutuhan sembako, pakaian layak pakai dan lain sebagainya,a�? tambah Sekda HM Nursiah.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys