Ketik disini

Headline Sumbawa

Gadis Bisu Mengaku Diperkosa Tetangga

Bagikan

SUMBAWAA�– Sp, 39 tahun, warga Kecamatan Lopok, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Sp diduga melakukan pemerkosaan terhadap tetangganya, Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Bunga, gadis berusia 19 tahun yang menderita tuna wicara (bisu) ini diduga diperkosa oleh Sp di dalam kamar mandi rumahnya.

Kapolsek Lape AKP Satrio yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Dugaan pemerkosaan ini berawal saat Sp mendatangi rumah korban yang merupakan tetanganya. Sp datang mencari ayah korban pada tanggal 1 Februari lalu sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, korban sedang berada di dalam kamar mandi yang lokasinya terpisah dari rumah utama. Kamar mandi rumah korban tanpa dilengkapi pintu dan hanya ditutupi dengan kain saja. Hal ini juga sempat dilihat oleh salah seorang tetangga korban.

”Saat itu Sp mencari ayah korban untuk diajak mancing. Namun, korban mengisyaratkan dengan cara mengeluarkan tangannya dari kamar mandi, bahwa ayahnya tidak ada dan sedang berada di sawah. Meski korban tidak bisa bicara, tapi dia bisa mendengar. Korban juga bisa mengucapkan kata-kata, tapi vokalnya tidak terlalu jelas,” ujar Yoyo, panggilan akrab perwira ini.

Setelah itu, ternyata Sp langsung masuk ke dalam kamar mandi. Saat Sp masuk, tetangga korban tidak sempat melihat. Di dalam kamar mandi, Sp diduga langsung membekap korban dari belakang. Menurut keterangan korban, dia sempat ditempeleng dan diminta untuk diam oleh pelaku. Setelah itu, pelaku membuka celana dan menelentangkan korban di dalam kamar mandi. Kemudian, dugaan pemerkosaan itu terjadi.

Menurut keterangan saksi, Sp keluar dari lokasi sekitar 20 menit. Setelah Sp keluar kemudian Bunga berteriak dan menangis. Bunga langsung keluar dari kamar mandi dan menggunakan pakaian. Bunga lalu berlari ke rumah tetangganya. Apa yang dialaminya lalu disampaikan ke tetangganya dengan menggunakan bahasa isyarat. Dia memberitahukan bahwa pelakunya adalah teman mancing ayahnya sambil menunjuk rumah Sp. Rumah Sp jaraknya sekitar 60-70 meter dari rumah korban.

Beberapa lama kemudian, orang tua korban pulang dari sawah jam 13.00 Wita. Hal ini kemudian disampaikan kepada orang tuanya. Karena lebih paham dengan bahasa yang digunakan Bunga, orang tuanya kemudian melapor ke Polsek Lape. Korban kemudian divisum dan hasilnya ada tanda bekas seperti disetubuhi. Walaupun mengalami disabilitas, korban memiliki pendengaran yang baik. Saat dimintai keterangan di polsek, jawaban korban juga sangat konsisten.

Setelah mendapat laporan itu, lanjut Yoyo, pihaknya kemudian melakukan pencarian terhadap Sp. Awalnya keberadaan Sp tidak ditemukan. Namun setelah beberapa lama, Sp ditemukan oleh kepala desa setempat sedang mancing di Bendungan Mama. Akhirnya, Sp kemudian digelandang ke Polsek Lape.

Pada saat pelaku datang, korban langsung menunjuk pelaku. Dari tangan Sp juga diamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan olehnya. Saat ditunjukkan, Bunga mengenali pakaian-pakaian hingga warna pakaian yang dikenakan oleh Sp. Meski demikian, Sp tidak mau mengakui perbuatannya.

”Saat ini pelaku (Sp) sudah kami amankan di Polsek Lape untuk proses selanjutnya,” pungkas Yoyo. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys