Ketik disini

Sportivo

Langsung Sengit di Laga Pembuka

Bagikan

SLEMAN – Buang jauh dulu berbagai a�?kecurigaana�? terhadap turnamen pramusim seperti Piala Presiden. Baik tentang ketidakseriusan klub bertanding. Atau yang cuma dijadikan medium menyeleksi pemain.

Sebab, laga pembuka sore nanti langsung menawarkan pertaruhan gengsi dari dua tim papan atas di dua divisi teratas tanah air. Antara PSS Sleman, runner-up Indonesia Soccer Championship B, dan Persipura, kampiun Torabika Soccer Championship (TSC).

a�?Kami ingin bermain baik di turnamen ini,a�? kata Freddy Mulli, pelatih PSS, kepada Radar Jogja (Jawa Pos Group).

Tantangan itu langsung direspons asisten pelatih Persipura Mettu Duaramuri. a�?Kami siap tempur,a�? kata dia.

Itu masih ditambah bakal bergemuruhnya dukungan pendukung PSS yang bertindak sebagai tuan rumah grup A Piala Presiden di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Suporter Super Elang Jawaa��julukan PSSa��sudah lama dikenal sebagai salah satu yang paling atraktif di tribun stadion.

Dukungan dari tribun itu sangat dibutuhkan PSS. Sebab, yang akan mereka hadapi adalah klub paling konsisten di Indonesia selama hampir satu dekade terakhir.

Sejak 2009 sampai 2014, Persipura tiga kali menjuarai Indonesia Super League (ISL, kini Liga 1) dan dua kali menjadi runner-up. Di TSC yang merupakan kompetisi tak resmi pengganti ISL, Mutiara Hitama��julukan Persipuraa��kembali menjadi yang terbaik.

Jadi, kepergian bek setangguh Bio Paulin Pierre sekalipun sepertinya tak akan banyak mereduksi kekuatan Mutiara Hitam. ”Jangankan kehilangan satu pemain, sepuluh pemain pergi dari Persipura tidak akan berpengaruh bagi tim,a�? kata Mettu.

Kedua tim kemungkinan bakal bermain dengan skema 4-3-3. Bagi PSS, formasi ini baru mereka mainkan setelah Freddy ditunjuk sebagai pengganti Seto Nurdiantoro. Di bawah Seto, Super Elang Jawa biasa tampil dengan format 4-2-3-1.

Freddy sangat mengandalkan kedua sayap untuk terlibat dalam proses bertahan dan menyerang. “Pemain harus mobile. Termasuk jika bertahan sampai ke dalam,” bebernya.

Meski begitu, dia mengaku bahwa masih ada celah dari timnya. Salah satunya adalah lemah mengantisipasi serangan balik. Mulli lantas merujuk gol-gol cepat PSCS Cilacap di partai puncak ISC-B akhir Desember 2016 lalu. Di samping itu, mereka juga kesulitan mencari gelandang dengan tipe breaker.

Padahal, sebagaimana diketahui, serangan balik merupakan senjata andalan Persipura untuk membongkar pertahanan lawan. Apalagi, skuad mereka juga tidak banyak mengalami perubahan dari TSC.

Winger gesit Ferinando Pahabol dan penyerang berpengalaman Boaz Solossa jelas merupakan ancaman nyata tuan rumah. Belum lagi keberadaan penggawa belia seperti Marinus Maryanto yang juga memiliki kecepatan tinggi. (io/riz/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka