Ketik disini

Kriminal

Pungli di Trawangan Berlangsung Lama

Bagikan

MATARAM  –  Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) NTB mendalami hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gili Trawangan, Lombok Utara. Setelah menangkap tangan tiga orang, yakni H, FM, dan MS, kini polisi tengah melakukan klarifikasi terhadap ketiganya. Termasuk mencari kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, OTT yang dilakukan merupakan tindaklanjut dari keluhan wisatawan dan pengusaha pariwisata, di Gili Trawangan. Kini, kasusnya sedang ditangani pihaknya.

”Mereka lapor ke kita, kemudian kita lakukan lidik (penyelidikan, Red) bersama tim saber provinsi. Hasilnya tiga orang berhasil diamankan,” kata Umar, kemarin (3/2).

Umar mengatakan, penangkapan ketiganya harus menjadi perhatian Pemkab Lombok Utara. Pungli ini sendiri berkaitan dengan iuran pengelolaan sampah dan keamanan di Gili Trawangan. Karena itu kapolda meminta Pemda memperhatikan persoalan sampah dan keamanan agar tidak menimpbulkan pungli di kemudian hari.

”Tapi ini sudah saya hubungi Pak Gubernur dan Bupati, untuk mengambil alih manajemen sampah dan keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda NTB Kombes Pol Ismail Bafadal mengatakan, pungli di Gili Trawangan masuk dalam laporan Unit Pemberantasan Pungli (UPP) di pusat. Dalam pengaduan tersebut, pungli diduga sudah lama terjadi.

”Karena kita dapati cukup bukti, jadi dilakukan upaya paksa dengan melakukan penangkapan,” katanya.

Terkait dengan adanya peran pihak lain dalam pungli tersebut, Ismail enggan berandai-andai. Dia tidak ingin mendahului hasil penyelidikan yang kini ditangani Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB.

”Sementara masih pemeriksaan, dari tiga orang itu sedang kita kembangkan,” kata Ismail yang juga ketua Tim Saber Pungli NTB.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya, polisi juga akan memanggil pelaku pariwisata di Gili Trawangan. Apakah pungli tersebut mengganggu mereka atau tidak.

”Iya nanti itu akan kita tanya juga ke pelaku pariwisata,” ujarnya

Polisi juga akan melakukan koordinasi dengan kejaksaan. Untuk memastikan apakah perkara tersebut bisa dinaikkan pada tahap penyidikan atau sekadar dilakukan pembinaan terhadap mereka.

”Sikap jaksa, akan menentukan sikap kami nanti, apakah masuk penyidikan atau pembinaan,” tandasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka