Ketik disini

Selong

Banjir di Desa Sukadamai Surut

Bagikan

SELONGA�– Kunjungan Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD ke Desa Sukadamai Kecamatan Jerowaru yang terendam banjir berbuah solusi. Setelah lima hari terendam Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim menurunkan ekskavator untuk memperlebar irigasi dan drainase. Sehingga air yang merendam desa mulai surut.

a�?Alhamdulillah kini airnya sudah mulai surut. Pihak Pemkab Lotim sudah memperlebar saluran pembuangan, kondisi cuca juga sudah mulai membaik,a�? kata Kepala Desa Sukadamai Badrain Angger.

Saluran irigasi dan drainase yang semula sempit diperlebar. Selain itu tanahnya juga diangkat sehingga membuat saluran bertambah dalam. Ini berdampak langsung terhadap surutnya air yang menggenangi desa.

Namun, sisa-sisa banjir yang telah merendam desa hingga kemarin masih tersisa. Aspal jalan yang rusak, lingkungan yang becek serta air sumur yang masih keruh menjadi persoalan yang kini masih dirasakan warga.

A�a�?Sebenarnya persoalannya hanya saluran pembuangan ini. Kalau saluran pembuangan airnya lancar seperti ini, InsyaAllah desa kami tidak akan terendam lagi,a�? kata Angger, sapaan kades Sukadamai.

Kepala Dinas LHK Lotim, Mulki menjelaskan diturunkannya ekskavator merupakan langkah alternatif untuk segera mengantisipasi banjir. Sementara untuk kebijakan jangka panjang, Bupati telah memintanya untuk menyiapkan kebijakan anggaran.

a�?Dengan melihat beberapa situasi seperti ini kami akan menyiapkan anggaran dana taktis atau dana tidak terduga di Dinas LHK. Untuk perbaikan dan mengantisipasi hal sperti ini ke depan,a�? kata dia.

Mantan A�Kepala kantor Kebersihan dan Tata Kota Lotim ini menyebut persoalan utamanya terletak pada pembinaan kesadaran masyarakat. Karena, dari hasil evaluasi Dinas LHK menyempitnya saluran irugasi akibat banyak warga yang membuang sampah pada saluran drainase dan irigasi.

a�?Ya kami kalau di Dinas LHK langsung fokus pada perbaikan drainase mulai hari Sabtu (4/2) lalu. Tapi yang kami minta dan ini paling krusial adalah masyarakat juga harus ikut berperan aktif,a�? pintanya.

a�?Karena banyak saluran tertutup bangunan dan sampah. Sayangnya belum ada pembinaan dari Desa maupun kecamatan,a�? bebernya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka