Ketik disini

Politika

Ingin Pemimpin yang Peduli Budaya

Bagikan

MATARAM – Para seniman berharap Pilgub NTB 2018 menjadi momentum bagi masyarakat memilih pemimpin yang peduli dengan kebudayaan. Menurut Kepala Desa Lenek Suwardi, belum banyak pemimpin yang ikhlas dan dan konsisten mengangkat budaya. Padahal, mengangkat dan memajukan budaya sangat besar dampak positif bagi daerah dan masyarakat. “Kegelisahan masyarakat ad alah ingin pemimpin yang mau mengadopsi keberagaman. Prestasi mendunia yang diraih NTB dapat dilanjutkan terutama dibidang kebudayaan,” katanya disela-sela kunjungan Dr Zulkieflimansyah di Rumah Budaya Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Lotim, Sabtu (4/2).

Untuk itu, ia pun berharap penyelenggaraan Pilgub nanti mampu menghasilkan pemimpin yang memberikan perhatian lebih terhadap masalah budaya. Begitu juga dengan pendidikan. Jika pendidikan bagus dan kreativitas kebudayaan masyarakat tersalurkan, akan berpengaruh juga terhadap kesejahteraan masyarakat. “Ke depan kita ingin pemimpin NTB itu memang kudu punya perhatian lebih pada pendidikan dan kebudayaan,” katanya.

Sementara kandidat bakal calon gubernur NTB DR Zulkieflimansyah mengatakan, berinteraksi dengan komunitas budaya tidak begitu susah. Pendiri sekaligus Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini juga konsen dengan seni, budaya, dan pendidikan.

Menurutnya, apapun itu, baik kebudayaan, pertanian, perikanan, peternakan agar berkembang dan dikenal banyak orang hingga mancanegara harus terintegrasi dengan teknologi. Begitu juga dengan seni dan budaya, harus dikemas cantik dengan bagus agar menarik minat para penontonnya.

“Seniman di NTB juga harus punya visi di teknologi,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Bang Zul, kerap disapa, menjelaskan, siapa pun pemimpin NTB tidak dapat dipaksakan untuk kembali menghadiri pertemuan serupa. Menurutnya siapa pun penonton yang hadir semua tergantung pada produk yang ditawarkan menarik atau tidak.

“Kalau punya yang menarik siapa saja pasti dengan sendirinya datang,” ungkap Bang Zul.

Karena itu menjadi tantang ke depan adalah bagaimana menghasilkan produk yang dapat diintegrasikan dengan teknologi. “Rumah budaya ini harus terkoneksi dengan internet,” tutupnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka