Ketik disini

Selong

Kayangan-Poto Tano Waspada

Bagikan

SELONGA�– Intensitas hujan yang meningkat disertai angin kencang menyebabkan gelombang laut cukup tinggi di Selat Alas. Kondisi ini membuat PT ASDP Kayangan menerapkan status Waspada I. Semua kapal penyeberangan khususnya nakhoda diminta untuk melakukan persiapan ekstra sebelum beroperasi.

a�?Kami menerapkan waspada I karena kondisi cuaca angin kencang. Gelombang serta arus laut juga esktrem. Karena itu kami mengimbau nakhoda kapal agar terus memantau keadaan cuaca ini,a�? kata General Manager PT ASDP Kayangan Yanus Lenpanga kepada Lombok Post kemarin

a�?Apabila menurut perkiraan nakhoda kondisi ini cukup berbahaya. Maka kami akan menunda operasional atau menunda keberangkatan,a�? imbuhnya.

Cuaca yang ekstrem dikatakan Yanus, mulai terjadi seminggu lalu. Diperkirakan, kondisi ini akan terus berlangsung selama seminggu ke depan. Meski demikian, sejauh ini masih belum ada penundaan terhadap keberangkatan kapal.

A�a�?Hanya memang kedatangan kapal mengalami keterlambatan. Tidak on time akibat gangguan cuaca,a�? bebernya.

Untuk memperketat keamanan kapal atau mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan, pihak syahbandar baik di Poto Tano dan Kayangan telah melakukan pengecekan. Tim syahbandar telah melakukan uji keandalan terhadap kapal yang akan beroperasi. Mulai dari memeriksa kondis mesin, fungsi alat keselamatan seperti radar, GPS, alat pelampung, perahu penyela, serta sejumla alat navigasi lainnya.

a�?Untuk sementara ini nakhoda tidak kami izinkan cuti. Karena nakhoda bertanggung jawab atas keselamatan kapal. Mereka punya otoritas untuk memberangkatkan atau tidak. Ada sekitar 20 nakhoda di ASDP Kayangan,a�? terangnya.

Selain meningkatkan pengecekan dan pengawasan pada kapal, pihak Pelabuhan juga telah melakukan sosialisasi pada penumpang. Mereka diminta untuk tetap waspada. Pihak Pelabuhan Mengimbau para penumpang agar tidak berangkat dalam perjalanan darat ketika hujan atau angin masih kencang. Mereka diminta berheti dulu menunggu cuaca kondyusi di ruang tunggu pelabuhan.

a�?Apakah ini akibat cuaca atau tidak tapi saat ini kondisi arus penyeberangan masih low. Saat ini ada 10 kapal yang beoperasi dengan rata-rata 100 trip dalam sehari,a�? ungkapnya.

Faktor cuaca dikatakan mempengaruhi produksi mobilitas penyeberangan. Selian itu, rendahnya arus penyebarangan di Pelabuhan Kayanagn diduga juga akibat bencana banjir yang terjadi di Bima dan Sumbawa. (ton/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka