Ketik disini

Metropolis

Tibanya Musim Paceklik

Bagikan

MATARAM a�� Gelombang ekstrim kembali melanda kawasan sepanjang pantai di Kota Mataram. Ini tidak lepas dari kondisi cuaca akhir-akhir ini dan pola badai tahunan yang kerap melanda kawasan pesisir. Dari keterangan sejumlah nelayan di Kampung Bugis misalnya, sudah dua minggu mereka takut melaut.

Sementara di Pantai Mapak Indah, air laut terlihat berubah warna menjadi keruh. Gelombang terlihat liar dan cukup tinggi. Perkiraan antara 1 sampai 1,5 meter.

a�?Sekarang lagi musim paceklik nelayan,a�? kata Ketua Forum Siaga Bencana (FKSB) H Hasan Bafadal.

Dari pantauanya, seperti biasa, nelayan lebih memilih berdiam diri di rumah. Sembari sesekali mencuri-curi kesempatan untuk turun. Itupun hanya dilakukan oleh nelayan yang memang yang tergolong nekat. Dengan risiko, kerusakan perahu jika tidak pandai mengatur waktu.

a�?Ada waktu air tenang 2 a�� 3 jam. Setelah itu harus cepat-cepat kembali kalau tidak bisa diamuk badai di tengah laut,a�? terangnya.

Sementara bagi nelayan yang enggan melaut, lebih memilih memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berhutang. Bagi yang punya tabungan bisa memanfaatkan saat ini. Namun karena rentang waktu cuaca ektrim ini, biasanya dari 3-6 bulan biasanya tabungan tidak cukup sampai kondisi ekstrim ini berlalu.

a�?Biasanya ada nelayan yang melaut ke Senggigi. Ya terpaksa masuk wilayahnya orang lain dari pada tidak makan. Ada pula yang bekerja serabutan,a�? sambungnya.

Bafadal sendiri mengaku terus memberikan informasi kondisi terkini para nelayan ke BPBD Kota Mataram. Guna memberi informasi dini, potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa membahayakan warga pesisir. Untuk saat ini lanjut dia, belum ada tanda-tanda ancaman banjir rob melanda kawasan pesisir. Tetapi nelayan sebenarnya sudah mendapati kesulitan melaut dengan gelombang dan hembusan angin yang cukup ekstrim.

a�?Kalau dilihat dari pola tahun-tahun sebelumnya, gelombang ektrim ini sepertinya mundur dari pola biasaya. Kalau dulu Januari sudah terasa, tetapi sekarang Februari baru terlihat tanda-tanda cuaca ektrim,a�? terangnya.

Karena itu sejumlah nelayan kabarnya memperkirakan cuaca ektrim ini akan berlanjut hingga bulan Mei atau lebih lama lagi.

Terpisah Pengamat Ekonomi Universitas Mataram Iwan Harsono mengatakan, persoalan badai tahunan yang menyulitkan nelayan melaut memang sudah jadi persoalan menahun. Memasuki akhir tahun dan jelang awal tahun, gelombang ganas kerap menghantui ekonomi nelayan.

Karena itu dalam kapasitasnya sebagai anggota Tim Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kota Mataram, Iwan mengatakan dalam seleksi kali ini, kemampuan calon Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram yang dilelang juga sangat mengutamakan isu strategis ini.

a�?Jadi kita tanya juga mereka, apa strateginya atasi persoalan ancaman gelombang ekstrim yang kerap ancam nelayan kita,a�? kata Iwan.

Ia pun tegas mengatakan tidak ada peluang bagi peserta Pansel JPTP harus copy paste program lama. Apalagi sampai tidak ada trobosan atau ide penting mengatasi keadaan ini. Ia harus pandai membuat program alih profesi yang sesuai dengan kopetensi nelayan.

a�?Program alih profesi apa yang ditawarkan itu yang kita lihat, jangan sampai programnya tidak bisa mengakomodir kopetensi nelayan,a�? terangnya.

Persoalan menahun ini harus ada solusinya. Sehingga ini tidak terus-menerus menjadi sorotan masyarkat dan media. Diakuinya, masa cuaca ektrim yang panjang dan tidak adanya program alih profesi sementara, membuat ekonomi warga pesisir sangat rapuh. Mereka mudah terjebak dalam permainan rentenir, ketika laut sedang tidak bersahabat.

a�?Harus benar-benar inovatif. Sebab ini juga dalam rangka mewujudkan janji politik kepala daerah saat kampanye dulu,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys