Ketik disini

Headline Praya

Tim Reaksi Cepat Diterjunkan

Bagikan

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah (Loteng), secara resmi mengerahkan tim reaksi cepatnya. Beberapa hari kedepan, mereka akan menjadi garda terdepan, menangani korban banjir di empat desa, di tiga kecamatan di Loteng. Bentuknya, droping bantuan makanan, minuman, kebutuhan kesehatan, tempat tidur dan keamanan.

a�?Kami terus bergerak cepat. Insya Allah, dalam hitungan hari penanganan korban banjir teratasi semua,a�? kata ketua tim reaksi cepat Pemkab Loteng, yang juga Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, Sabtu (4/2).

Keempat desa, yang dimaksud meliputi Desa Bangkat Parak dan Kuta, Pujut. Kemudian, Desa Kidang, Praya Timur dan terakhir Desa Selong Belanak, Praya Barat. a�?Tugas tim reaksi cepat, menyesuaikan dengan jumlah desa. Kita bentuk empat tim,a�? katanya.

Data yang dihimpun tim reaksi cepat, terang Amin untuk Desa Bangkat Parak, ada empat dusun yang diterpaA� banjir. AirA� menggenangi ratusan rumah warga, meliputi Dusun Pasung 145 kepala keluarga (KK), Sengkudul 85 KK, Celuakang 84 KK dan Dusun Renggekolo 56 KK, total 379 KK. Lalu, di Desa Kuta sebanyak 200 KK, tersebar di Dusun Ujung Lauk, Ujung Daye, Rangkap Dua, Kuta Satu, Menggalung, Baturiti dan Dusun Ketapang.

Selanjutnya, di Desa Kidang hanya satu dusun yang terkena dampak banjir yaitu, Dusun Peras sebanyak 70 KK dari total 163 KK. Terakhir, di Desa Selong Belanak tersebar di Dusun Selong Belanak 35 KK, Rujak Tengak 30 KK, Rujak Praya 13 KK, Kapal 25 KK, Dasan Baru 40 KK, Lingkok Dalam 15 KK dan Dusun Serengan lima KK, atau total 163 KK.

A�a�?Untuk bantuan sembako dan pakaian layak pakai, terus kita salurkan. Namun, yang paling utama beras,a�? kata Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, terpisah.

Kendati demikian, kata Pathul dari hasil penyisiran di empat desa lokasi banjir, airA� sudah menyusut. Selanjutnya, yang perlu disiapkan semua pihak adalah, penanganan pasca banjir. Dimulai dari urusan kesehatan, penataan pemukiman, revitalisasi saluran irigasi dan sungai, serta stop galian tanah uruk.

Seluruh dinas dan instansi tekan Pathul wajib turun tangan membantu, meringankan beban korban banjir. a�?Kita berdoa bersama, semoga hujan tidak menguyur terus menerus empat desa yang dimaksud. Kalau itu yang terjadi, maka banjir lagi,a�? katanya.

Khusus untuk penanganan kesehatan, pihaknya meminta Dinas Kesehatan (Dikes) setempat, siaga 24 jam di lokasi banjir. Mereka diminta menyiapkan alat kesehatan dan obat-obatan sesuai dengan data jumlah korban banjir.

a�?Insya Allah, kita siaga 10 hari kedepan. Kalau kondisinya sudah normal, maka tim reaksi cepat kita tarik. Begitu pula sebaliknya,a�? kata Pathul.

Sementara itu, Bupati HM Suhaili FT menegaskan, kebijakan anggaran dan bantuan apa pun kepada korban banjir, tidak boleh ditunda-tunda lagi. Selama aturannya bersifat darurat, maka disegerakan. Dilokasi banjir di Dusun Pasung Desa Bangkat Parak, orang nomor satu di Loteng tersebut, langsung memimpin rapat dan memerintahkan seluruh dinas, instansi dan pemerintah kecamatan menutupi setiap kekurangan yang ada.

a�?Apa pun itu,a�? tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta kepada dinas dan instansi terkait, agar menyiapkan perubahan tata ruang desa dan dusun. Dengan harapan, tidak ada lagi banjir ditahun-tahun yang akan datang. a�?Karena jangan sampai menjadi mimpi suram setiap tahunnya. Harus diputuskan mata rantainya,a�? pesan Suhaili.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka