Ketik disini

Headline Sumbawa

Anggaran Minim, Fasilitas Kurang

Bagikan

SUMBAWA– Untuk meminimalisir peredaran narkoba di Kabupaten Sumbawa, dibentuklah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini BNN Kabupaten Sumbawa masih kekurangan fasilitas.

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Sukisto dalam kunjungan kerjanya ke Sumbawa mengatakan, masih terdapat banyak kekurangan di BNN Kabupaten Sumbawa. Jangankan fasilitas, kantornya saja masih numpang. Menurut informasi pemerintah sudah memberikan tanah guna pembangunan kantor BNN Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, personel yang ada di BNN Kabupaten Sumbawa juga hanya berjumlah 10 orang. Sehingga belum bisa bekerja secara optimal.

”Makanya kita upaya pencegahan. Sosialisasi-sosialisasi, harus ngomong ke sana kemari. Kalau mau ada informasi penangkapan kita minta back-up Polres Sumbawa,” ujar Sukisto didampingi Kepala BNN Kabupaten Sumbawa AKBP Syirajuddin Mahmud.

Menurutnya, persoalan ini juga dihadapi oleh BNN lain yang baru terbentuk. Ada r 16 BNN kabupaten/kota yang baru terbentuk. Mereka juga mengalami hal yang sama. Dicontohkan, salah satu kekurangan yang dimiliki adalah minimnya anggaran. Saat ini pihaknya hanya memiliki dana sekitar Rp 100 juta lebih. Dengan dana itu, pihak BNN hanya bisa turun melakukan sosialisasi ke masyarakat sebanyak 15 kali. Karena itu dia berharap kepada masyarakat dan instansi lainnya untuk mengundang BNN guna melakukan sosialisasi.

Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata mengatakan, ada komitmen dewan untuk mendukung pemberantasan peredaran narkoba. BNN turut menyelamatkan generasi muda Sumbawa. Karena itu, dukungan DPRD Sumbawa sangat konkret.

Budi memaparkan, awalnya DPRD memberikan dukungan penuh kepada Kapolres Sumbawa dalam rangka perlindungan perempuan dan anak. Termasuk juga mendukung sepenuhnya pembangunan kantor BNN Kabupaten Sumbawa. Sekaligus sebagai tempat rehabilitasi narkoba yang belum ada di wilayah Timur. Menurut Budi, ini menjadi kesempatan bagi Kabupaten Sumbawa untuk menunjukkan komitmen dalam pemberantasan narkoba.

”Oleh karena itu kami seluruh anggota DPRD Sumbawa di bidang fraksi, komisi, kita sudah bicarakan terkait dengan itu. Semuanya mendukung. Tinggal sekarang bagaimana kita sama-sama mendorong agar apa yang diharapkan dan diinginkan oleh Kepala BNN Kabupaten Sumbawa untuk kita tindaklanjuti bersama-sama,” terang Budi.

Salah satunya solusinya, kata Budi, dengan melakukan tukarguling tanah milik Pemprov NTB yang ada di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Tanah itu kemudian ditukarguling dengan tanah yang digunakan oleh pemprov sebagai lokasi pembangunan rumah sakit rujukan.

Meski demikian, lanjut Budi, akan dilaksanakan pengadaan tanahnya terlebih dulu. Dia juga mempersilakan apabila pihak eksekutif memiliki solusi yang lain. Sebab dengan adanya fasilitas ini, jelas bermanfaat untuk generasi muda Kabupaten Sumbawa. Yang kemudian akan meminimalisir terjadinya penyalahgunaan obat terlarang itu.

”Jadi kami sudah tunjukkan komitmen kami. Tinggal bagaimana mendorong prosesnya agar secepatnya dilakukan,” kata politisi PDIP ini.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad mengatakan, BNN Kabupaten Sumbawa baru saja terbentuk. Dalam operasionalnya memang lebih banyak melakukan sosialisasi pencegahan. Tetapi tim penindakannya adalah Polres Sumbawa, khususnya satuan narkoba.

Kapolres mengungkapkan, selama ini selalu dilakukan koordinasi dan komunikasi antara BNN Kabupaten Sumbawa dan satuan narkoba. Sinergitas dan kerja sama dalam pemberantasan narkoba senantiasa dibangun.

”Apalagi dengan adanya kepala BNN NTB ke Sumbawa. Juga sudah kita sampaikan bahwa kami dari Polres Sumbawa, BNN dan dari DPRD serta pemerintah daerah sama-sama berkomitmen untuk menekan angka penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba,a��a�� katanya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka