Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Jasa Keuangan Topang Ekonomi NTB

Bagikan

MATARAMA�– Pertumbuhan jasa Keuangan memberi kontribusi tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi sampai dengan triwulan IV tahun 2016, yaitu mencapai 12,32 persen. Nilai ini tertinggi dari dua kategori lainnya seperti pengadaan listrik gas dan penyediaan akomodasi makan minum.

a�?Kedua kategori ini masing-masing tumbuh 11,25 persen dan 10,44 persen,a�? kata Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih di kantornya kemarin.

Pertumbuhan jasa keuangan ini dipengaruhi menggeliatnya pariwisata NTB dan juga meningkatnya permintaan kredit. Hal ini tentunya akan membuat laju pertumbuhan akan terus meningkat. Walaupun secara khusus sektor pariwisata tidak diketahui pengukurannya, namun bisa dilihat dari sumbangsing semua sektor yang berkaitan dengan pariwisata seperti penginapan, transportasi, serta industri.

Ia menjelaskan, sampai dengan triwulan IV tahun 2016, perekonomian NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 116,25 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp 23,74A� juta. Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logam, PDRB Provinsi NTB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 94 triliun dan PDRB perkapita tanpa pertambangan bijih logam sebesar Rp 19,20 juta.

a�?Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2016 secara kumulatif mengalami pertumbuhan sebesar 5,82 persen terhadap tahun 2015, sedangkan tanpa pertambangan bijih logam tumbuh sebesar 5,71 persen,a�? jelasnya.

Ekonomi Provinsi NTB khususnya padaA� triwulan IV tahun 2016 bila dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2015 tumbuh sebesar 3,77 persen. Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logamA�mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen.

PertumbuhanA� ekonomi Provinsi NTB triwulan IV 2016 ini dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang lalu kontraksi sebesar 8,22 persen. Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logamA� mengalami konstraksi sebesar 6,63 persen.

a�?Jika dibanding pertumbuhan ekonomi nasionalA� perekonomian NTB masih unggul 0,80 persen karena pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,02 persen di tahun 2016,a�? ujarnya.

Lima besar kegiatan ekonomi sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonomi khususnyaA� pada triwulan IV 2016 ini. Ada Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,73 poin. Jasa Keuangan sebesar 0,51 poin. Transportasi dan Pergudangan sebesar 0,45 poin. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,37 poin. Konstruksi sebesar 0,32 poin. Dari sisi PDRB pengeluaran adalah Ekspor LN sebesar 6,83 poin, PMTB sebesar 2,29 poin, dan PKRT sebesar 1,50 poin. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka