Ketik disini

Metropolis

Terminal Haji Mulai Dilelang

Bagikan

MATARAM-Setelah sempat berhenti, Bus Rapid Transit (BRT) akhirnya kembali mengaspal. Sejak awal Februari lalu, bus berukuran besar ini sudah terlihat lalu lalang di jalan-jalan utama Kota Mataram. Meski demikian, bus-bus ini masih saja terlihat sepi penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windya mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama, per 1 Februari BRT harus kembali beroperasi mengakut penumpang. Sementara bagi angkutan kota (angkot) kuning, mereka juga tetap beroperasi.

Angkot-angkot ini didesain menjadi kendaraan pengumpan yang mengantarkan penumpang dari rumah ke halte-halte yang ada. a�?Kita sedang melakukan kajian mana-mana saja, seperti apa rutenya di kawasan tersebut, menunggu satu dua bulan mungkin selesai itu,a�? katanya.

Bayu menjelaskan, dalam kesepakatan beberapa waktu lalu dengan semua pihak, angkot tetap diperhatikan sebagai salah satu angkutan di Kota Mataram. Mereka akan lebih bebas mencari penumpang ke kompleks perumahan yang ada.

Ia menyebutkan, jumlah angkot yang berizin hanya 32 unit. Sehingga yang belum berizin disarankan segera menguru. Kemudian mereka juga diminta berorganisasi yang berbadan hukum, atau membentuk koperasi agar lebih kuat. a�?Sudah ada kesepakatan,a�? katanya.

Bagi mereka yang mau melamar menjadi sopir BRT bisa saja mengajukan lamaran. Tetapi di Damri sendiri ada persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya, batas usia maksimal 35 tahun, sehingga jika lebih dari itu pihak Damri tidak bisa menerima.

Terkait masih sepinya penumpang yang naik di BRT, menurut Bayu hal ini wajar. Karena masyarakat membutuhkan waktu untuk memutuskan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Bahkan di kota-kota besar butuh waktu sampai dua tahun baru efektif berjalan. a�?Tidak apa-apa, sambil terus kita sosialisasikan ke masyarakat,a�? ujarnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka