Ketik disini

Giri Menang

Menikmati Keindahan Rumah Kastil Kuning di Atas Bukit Lobar

Bagikan

Memiliki sebuah rumah yang unik merupakan suatu kebanggaan bagi setiap orang. Sebab rumah yang unik akan dapat memberikan suasana dan keindahan yang berbeda dari rumah lainnya.

***

Giri Menang -A�Warna kuning yang mencolok membuat rumah ini sangat mudah ditemukan. Bentuknya yang unik membuat siapa pun tertarik melihat lebih jauh.

Rumah milik Umi Farihah dan Khoirul Anwar ini berbentuk kastil. Layaknya rumah-rumah yang ada di film fantasi kerajaan Hollywood.A� Atau juga seperti rumah yang ada di film barbie yang menjadi favorit anak-anak.

Rumah kastil terbilangA� sangat jarang. Di NTB sendiri baru ada dua rumah seperti ini. Satunya berada di Praya Lombok Tengah, yang dikenal oleh pengunjung dengan nama Istana Rapunzel.A� Satunya lagi di Lembar, Lombok Barat milik Umi Farihah dan Khoirul Anwar ini.

Bentuknya tak lagi sesuai perkembangan zaman. Banyak orang beranggapan membangun rumah seperti kastil memerlukan biaya besar. Padahal aslinya tidak begitu.

Seperti rumah kastil yang satu ini. Berada di atas bukit jalur lalu lintas Pelabuhan Lembar. Tepatnya sebelum gapura selamat datang di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Tepatnya di belakang warung makan Aduh Enaka��e.

Sang pemilik, Umi Farihah menuturkan sedikit mengenai rumah uniknya tersebut. Semua berawal dari kecintaan sang suami, Khoirul Anwar pada bidang seni.

Suaminya tersebut sangat suka dengan hal-hal unik. Termasuk keunikan kastil di kerajaan Eropa. Termotivasi dari hal itu, ia pun memutuskan untuk membangun rumah tersebut.

Pada 2009 lalu, suaminya mulai membangun pondasi. Namun pengerjaan hingga finishing dilakukan pada 2010. Semua dilakukan sepenuhnya oleh suami dibantu beberapa tukang. Mulai dari desain hingga pengerjaannya. “Semuanya bapak yang atur, tukang hanya tau mengerjakan saja,a�? katanya

Pengerjaannya pun tak memakan waktu lama. Setelah pondasi jadi hingga menjadi sebuah rumah kastil mungil memakan waktu kurang dari satu tahun.

Ia menuturkan, saat pembangunan rumah tersebut, sang suami sempat dianggap gila oleh warga karena membangun rumah di atas bukit. Namun suaminya tetap melaksanakannya.

Selama ada keyakinan pasti akan terwujud. Rumah yang dulunya disepelekan warga akhirnya rumah tersebut pun jadi. Dengan empat buah kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, mushalla, dan satu ruangan di menara.

Setiap kamar berbeda satu sama lain. Sebab sang suami menginginkan setiap kamar memiliki kekhasan masing-masing.

Selain itu, dari luar rumah pun terlihat menarik. Sebab lahan dibuat bersusun seperti terasering. Di tengah-tengah dibuatkan tangga berkelok sebanyak 44 buah anak tangga.

Tangga terbuat dari batu yang bagian pinggirnya diberi sentuhan dinding batu bata. Sangat mirip denga kastil kerajaan Eropa yang berada di daerah pegunungan dekat pantai.

Di sebelah kanan tangga terdapat beberapa tingkat lahan kecil. Di masing-masing tingkat terdapat taman lidah buaya dan mini kebun binatang. Sementara disebelah kiri tangga terdapat lahan yang sama hanya saja sedang dalam pengerjaan untuk bangunan kamar baru.

“Rencananya akan dibangun kolam dan akuarium,a�? sambungnya.

Berbicara terkait budget untuk membuat rumah kastil ini, Farihah mengaku tak mengeluarkan biaya banyak. Secara keseluruhan ia hanya menghabiskan dana kurang lebih Rp 225 juta.

Sementara untuk pemeliharaan sendiri, tak banyak yang harus diganti. Ia hanya mengganti cat sekali setahun. Cat yang digunakan pun kualitas terbaik.

a�?Setiap tahun beda warna, 2011 berwarna putih, 2013 bervariasi, dan sekarang full warna kuning,a�? pungkasnya.

Selain itu, ia juga hanya mencabuti rumput ketika mulai meninggi. A�Untuk hal itu, ia memperkerjakan empat warga sekitar. Tiga orang perempuan dan satu lelaki. Masing-masing orang dibayar sebesar Rp 60 ribu.

“Lumut dikerok dan got yang ada di atas dibersihkan,a�? akunya.

Ia menambahkan, tak perlu takut untuk menyalurkan hobi dan bakat seni. Rumah unik tersebut tak hanya menarik perhatian warga sekitar. Banyak pengunjung yang datang dari daerah lain untuk menikmati keindahan rumah kastil tersebut. Pengunjung pun dapat berfoto sesuka hati tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

a�?Banyak yang mau bayar tapi kami tidak memungut biaya,a�? tandasnya. (ferial ayu/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka