Ketik disini

Bima - Dompu

Petani Jarah Satu Truk Pupuk

Bagikan

BIMA a�� Truk pengangkut pupuk yang melintas di Desa Donggobolo, Senin sore (6/2) disabotase, kemudian seluruh isinya dijarah petani. Aksi penjarahan ini dipicu kelangkaan pupuk di tingkat petani.

Informasi yang dihimpun Radar Tambora (Lombok Post Group), pupuk yang dijarah merupakan milik UD Rahman di Kecamatan Bolo. Pupuk jenis urea tersebut diangkut A�dengan menggunakan truk bernomor polisi DR 8692 SZ. Pupuk tersebut rencananya akan dibawa menuju Kecamatan Bolo.

Petani Desa Donggobolo Rukaya yang ikut menjarah pupuk urea tersebut mengungkapkan, petani di Donggobolo sempat gelisah. Pupuk yang didistribusikan ke wilayah tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Sehingga mereka terpaksa menjarah pupuk yang diangkut menuju Kecamatan Bolo.

a�?Pupuk yang didistribusikan di sini sedikit. Jumlah yang didrop tidak sesuai dengan kebutuhan petani,a�? ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Aan Adifadillah. Menurutnya, aksi penjarahan terpaksa dilakukan karena petani sedang membutuhkan pupuk urea. Sementara di Kecamatan Woha, harga pupuk meroket hingga Rp 125 ribu per zak. Selain mahal, dua pekan terakhir pupuk urea tidak tersedia.

a�?Sekarang umur tanaman sudah 15 hari dan sangat membutuhkan pupuk. Kami rela desak-desakan untuk dapatkan pupuk,a�? ujarnya.

Sementara sopir truk yang mengakut pupuk Ince mengaku tidak dapat membendung aksi penjarahan yang dilakukan warga. Ketika ia berhenti, pupuk yang diangkut langsung a�?digerogotia�? puluhan petani.A� Pupuk yang dijarah tersebut merupakan milik UD Rahman. Rencananya pupuk itu akan didistribusikan di Kecamatan Bolo dan Donggo.

a�?Sebenarnya pupuk yang saya angkut ini bukan jatah mereka (petani Donggobolo, red). Ini untuk petani di Sila dan Donggo,a�? jelasnya.

Kades Donggobolo Tolhab pada Radar Tambora (Lombok Post Group) menjelaskan, kondisi seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Karena kebutuhan pupuk diawal musim tanam cukup tinggi. Sementara ketersediaan pupuk di pengecer terbatas.

a�?Yang tersedia di pengecer hanya 80 zak. Sementara kebutuhan petani lebih dari itu,a�? ujarnya.

Diakui Tolhab, ia sudah mengimbau warganya untuk tidak menjarah pupuk jatah desa lain. Karena hal tersebut akan merugikan pengecer dan petani yang mempunyai jatah pupuk tersebut.

a�?Saya tidak bisa berbuat banyak, saya hanya mengontrol pembayaran pupuk sesuai dengan banyaknya pupuk yang mereka ambil,a�? pungkasnya.

Pantauan A�Radar Tambora (Lombok Post Group), saat aksi penjarahan tersebit tidak terlihat adanya aparat kepolisian. Yang nampak hanyalah Kades Donggobolo yang mencoba menghentikan aksi petani tersebut. Akibat aksi penjarahan itu, arus lalu lintas di lokasi itu sempat terganggu.

Sementara itu dari Kota Bima, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Hj Rini Indriarti mengingatkan gara pengecer pupuk tidak menimbun pupuk. Apalagi sampai menaikan harga dan menjual pupuk ke tempat lain. Dia mengingatkan itu karena ada indikasi pengecer akan menaikkan harga.

a�?Kami akan awasi dengan ketat pendistribusian pupuk. Jadi jangan coba-coba untuk bermain,a�? ujarnya.

Meminimalisir terjadinya penimbunan dan menjual harga di atas standar telah disiapkan terobosan. Dinas Pertanian akan melakukan kontrol ketat terhadap penjualan.

Distributor harus mengeluarkan pupuk sesuai jadwal tanam. Kemudian mereka juga harus mengeluarkan pupuk sesuai luas lahan tanam warga.

a�?Kami sudah punya data permintaan pupuk, serta luas lahan tanam. Kalau sampai ada yang mengeluarkan pupuk lebih dari itu, kami akan pertanyakan,a�? tegas mantan Asisten II Setda Kota Bima ini.

Dikatakan, setiap hari petugas Dinas Pertanian melakukan pengecekan kondisi pupuk dan area tanaman. Itu untuk memastikan kondisi lapangan apakah pertanian warga sudah saatnya dipupuk atau tidak.

a�?Petugas selalu mengontrol stok pupuk di pengecer untuk memastikan kondisi pupuk masih tersedia atau tidak,a�? tegasnya. (yet/nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka