Ketik disini

Pendidikan

Siswa MTsN 1 diminta Jauhi Narkoba

Bagikan

MATARAMA�– Ada yang beda pada pelaksanaan upacara bendera di MTsN 1 Mataram. Biasanya, pembina upacara diambilalih kepala sekolah (kasek) atau pun guru setempat. Tetapi kemarin (9/2), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram Nur Rachmat menjadi pembina upacara.

Dalam pengarahannya ia menyebutkan, saat ini sasaran peredaran narkoba adalah anak remaja. Untuk itu, ia mengimbau kepada siswa untuk tidak mencoba-coba narkoba. Karena narkoba akan menyebabkan ketergantungan. a�?Mencoba sekali akan ketagihan,a�? kata Rachmat.

Ia mengungkapkan, pengedar sering sekali berbohong dalam mengedarkan narkoba. Tidak menyebutkan itu narkoba. Karena ketidaktahuan banyak anak-anak mencoba. Setelah itu, mereka ketagihan. a�?Kami minta siswa untuk berhati-hati dengan tipu daya pengedar,a�? tegas dia.

Rachmat meminta kepada siswa untuk mengisi kegiatan dengan hal positif. Karena efek dari narkoba ini akan menyerang saraf otak. Sehingga, membuat lemas, lesu, dan tidak ada semangat belajar. Ia pun mengapresiasi madrasah yang telah memberikan ruang dan waktu untuk melaksanakan penyuluhan narkoba. BNN Kota Mataram kata dia,A� telah menyusunA� program untuk setiap bulan di pekan pertama pada saat upacara bertindak sebagai pembina upcara. a�?Penyuluhan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah Kota Mataram,a�? ucap dia.

Sementara itu Kepala MTsN 1 Mataram Hj Rusniah berharap dinas terkait seperti Kementerian Agama Kota Mataram, BNN, dan Dikbud Kota Mataram bisa memberikan motivasi dan bekal kepada siswa terkait bahaya narkoba. Sehingga siswa memiliki wawasan luas untuk menjauhi barang haram tersebut.

Saat ini kata dia, banyak sekali anak-anak remaja terjerumus narkoba. Ini semua tidak lepas dari ketidaktahuan mereka dari dampak yang ditimbulkan narkoba. Awalnya, mereka mencoba-coab, lalu ketagihan. a�?Bahaya narkoba ini harus intens disosialisasikan,a�? imbuh perempuan berjilbab ini.

Sejauh ini tambah dia, siswa MTsN 1 Mataram selalu mendapat pembekalan terkait agama. Bahkan mereka juga dilatih untuk bisa menjadi orang yang bisa memberikan pemahaman agama kepada orang lain melalui metode ceramah. a�?Alhamdulillah anak kami di sini jauh dari narkoba,a�? ucap dia. Meski demikian, guru dan wali murid harus tetap waspada. Sebab, peredaran narkoba ini sasarannya anak remaja yang masih labil. Mereka akan terus menjadi incaran para cukong narkoba. a�?Insya Allah kalau kita kuat membentengi anak tidak akan terjerumus,a�? tutup dia. (jay/r9*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka