Ketik disini

Metropolis

Catat, Ini Janji Pak Ahyar!

Bagikan

MATARAM – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan Pemkot Mataram akan mengikuti segala mekanisme yang ada terkait lelang jabatan eselon IIB yang sedang berlangsung. Sebelum pelantikan dan mutasi benar-benar dilaksanakan, segala tahapan yang ada pasti dijalankan.

“Kita tetap mengacu pada aturan,a�? janjinya.

Hal itu sekaligus menjadi bantahan terhadap tudingan lelang jabatan hanya formalitas dan sudah ada nama-nama yang bakal terpilih. Ditegaskan wali kota, Tim Seleksi nantinya akan membuat rekomendasi hasil. Itulah yang dia analisa sebelum mengambil keputusan.

Sikatakan, segala hasil yang diserahkan padanya menjadi bagian dari bahan utama pertimbangan atas kinerja dan kemampuan masing-masing individu pelamar.

Terkait lelang jabatan yang sepi peminat, bahkan hingga perpanjangan dilakukan, ia tak mempermasalahkannya. Terlebih aturan memang sudah memberikan rambu yang jelas jika hal itu terjadi, tahapan berikutnya tetap bisa dilakukan. Berapa pun jumlah pelamarnya.

Dia menegaskan seleksi yang dilakukan bukan sekadar formalitas. Sehingga jika ada anggapan sepinya pelamar karena banyak calon pejabat potensial yang ragu, menurutnya adalah kesalahan besar.

Melalui seleksi terbuka yang dilaksanakan, pemerintah hendak mencari orang-orang terbaik untuk ditempatkan pada posisi strategis pembangunan. a�?Itu pikiran yang salah kalau ada yang anggap formalitas saja,a�? tegasnya.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito saat dimintai tanggapan terkait sepinya pelamar mengatakan hal itu bukan menjadi sebuah masalah bagi pemerintah. Dia bahkan balik meminta media bertanya pada para PNS, mengapa tak berani mengambil kesempatan. Padahal jika maju, dapat menunjukkan kemampuan diri dan berpeluang naik jabatan.

“Tanya dong ke PNS yang tak melamar, kenapa tidak berani melamar,a�? jawabnya.

Terpisah, Anggota Pansel Kota Mataram Iwan Harsono mengatakan, meski ada beberapa formasi jabatan hanya diisi satu peserta, bukan berarti pihaknya memperlonggar aturan. Ia kembali menegaskan, pansel tidak akan segan mengeluarkan rekomendasi, jika ternyata peserta tunggal tidak melewati passing grade. a�?Kuncinya di passing grade itu,a�? tegas Iwan.

Jika tidak ada nama yang direkomendasi, tentu wali kota tidak bisa memilih. Sehingga, bisa saja mendorong dilakukannya pansel ulang mencari pendaftar yang lain.

Sekarang bolanya menurut Iwan justru ada di para peserta. Mereka menguasai atau tidak formasi JPTP yang menjadi incarannya. “Kalau tidak menguasai atau di bawah passing grade ya kita coret!a�? tegasnya.

Tetapi sejauh evaluasi dari hasil persentasi makalah, Iwan mengaku melihat ada beberapa nama yang memang cukup bagus dalam memberikan wacana. Secara eskplisit Iwan menyebut ada nama Miftahurrahman. Termasuk juga calon tunggal untuk posisi Bappeda Amiruddin.

a�?Termasuk pak Amiruddin, itu saya rasa cukup bagus. Ia tadi sempat menawarkan ide tentang renstra dari masing-masing SKPD, dirangkum menggunakan tim kajian teknis yang terdiri dari unsur akademisi dan birkorat,a�? ujarnya.

Selama ini, hal tersebut memang yang menjadi kesulitan Bappeda merumuskan soal Renstra menjadi poin pembangunan berjenjang. Dari jangka pendek dan menengah.

Jika ada tim inti, tentu rencana strategis (renstra) akan jauh lebih terarah. Sehingga punya target dan tujuan yang jelas dalam misi pembangunan daerah.

“Tapi ini hanya pandangan subjektif saya (tentu beda dengan yang lain). Sementara kalau di formasi Badan Kepegawaian itu, ya hampir merata. Bagus semua,a�? tutupnya. (yuk/zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka