Ketik disini

Metropolis

Investor Sekaroh Diminta Segera Action

Bagikan

MATARAMA�– Meski persoalan sertifikat lahan di Hutan Sekaroh belum tuntas, Pemprov NTB meminta para investor segera action mengelola kawasan tersebut. Baik PT Eco Solutions Lombok (ESL), PT Palamarta Persada maupun PT Jeeva Beloam.

Mereka sudah bisa merealisasikan investasinya. a�?Tinggal mereka action saja, masalah sertifikat biarkan berporses di kejaksaan,a�? kata Asisten I Setda NTB M Agus Patria, kemarin (8/2).

Ia mengatakan, investor tidak perlu ragu memulai aktivitasnya. Sebab surat Menteri Kehutanan sudah bisa menjadi jaminan bahwa lahan itu adalah hutan. Sehingga bisa dijadikan dasar hukum. Tapi jika pihak investor masih ragu, mereka sebaiknya bersurat resmi ke Pemprov NTB. Sehingga akan jelas sikap yang akan diambil pemerintah.

a�?Kita harapkan agar investasi dan pembangunan berjalan lancar,a�? kata Agus

Menurutnya, lahan tersebut sudah sangat jelas merupakan hutan lindung sesuai dengan SK Menteri Kehutanan. Tim dari pemprov juga memberikan rekomendasi untuk membatalkan semua sertifikat hak milik di atas hutan tersebut. Di mana saat ini ada 35 sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Agus menjelaskan, sertifikat tersebut dianggap cacat administrasi. Sehingga BPN bisa menggugurkan sertifikat itu tanpa ada permintaan. Hal ini sesuai dengan aturan Kemendagri.A� a�?Itu kewajiban mereka, apalagi sudah ada keputusan pusat melalui menteri kehutanan,a�? jelasnya.

Perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong bukan hanya masalah cacat administratif, tetapi juga ada indikasi unsur pidana dalam penerbitannya. Hanya saja, di mana indikasi pidananya pemerintah belum tahu. a�?Hal ini sedang ditelusuri kejaksaan,a�? ujarnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka