Ketik disini

Sportivo

Pemanasan Bagi Atlet Pelatda

Bagikan

MATARAM – Pengprov Pengurus Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB sudah mendapatkan undangan resmi terkait penyelenggaraan Jatim Open Januari lalu.A� Event tersebut akan digelar 2 hingga 4 Maret mendatang.

Event tersebut menjadi salah satu perhatian PB PASI. Sebab, Jatim Open akan dijadikan bahan evaluasi terakhir sebelum bergegas menuju Sea Games 2017. Karena itu, atlet diminta berlomba-lomba untuk memberikan hasil maksimal.

Pengprov PASI NTB akan berkoordinasi dengan Ketua Pelatda Mayung Mars Ansori Wijaya dan Ketua KONI NTB Andy Hadianto untuk membahas pelaksanaan Jatim Open.A� Karena, sebagian besar atlet atletik yang memiliki peluang untuk berprestasi pada event itu sudah terdaftar dalam Pelatda Mayung.

a�?Kita akan membicarakannya terlebih dahulu dengan semua pihak apakah disetujui atau tidak,a�? kata Ketua Pengprov PASI NTB H Suhaimi, kemarin (8/2).

Menurutnya, program Pelatda Mayung itu ada anggaran untuk try out.A�Dimana, satu cabang olahraga (Cabor) bisa melaksanakan try out satu kali.

a�?Kemungkinan bisa saja itu dimanfaatkan,a�? ujar dia.

Tapi semua itu, lanjut dia, harus berdasarkan keputusan dari Ketua KONI dan Ketua Pelatda Mayung. Mengingatkan, mereka juga berhak untuk menentukan apakah atlet tersebut diperkenankan untuk mengikuti event tersebut atau tidak.

a�?Nanti kita tunggu persetujuannya KONI dan Ketua Pelatda Mayung,a�? imbuhnya.

Menurut dia, pelaksanaan Jatim Open itu bisa menjadi dasar untuk mengukur kemampuan atlet. Untuk itu, dia yakin para atlet pasti dapat menunjukan kemampuan terbaiknya.

a�?Kita bisa lihat limit waktu yang mereka catatkan itu jadi dasar untuk melakukan evaluasi kedepan di Pelatda Mayung,a�? jelasnya.

Artinya, atlet yang menghuni Pelatda kedepannya menjadi lebih baik usai mendapatkan pembinaan di Pelatda Mayung. a�?Misalnya, si A mencatatkan waktu 12 detik di Pelatda mayung . Limit waktu itu si A itu harus lebih meningkat ketika masuk Pelatda Mayung,a�? beber dia.

Terpisah, Ketua Pelatda Mayung Mars Ansori Wijaya mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan kembali dengan KONI dan anggota satuan tugas dan pelaksana pelatda mayung. Apakah Jatim Open ini memungkinkan untuk menjadi dasar mengukur kemampuan atlet atau tidak. a�?Kita nanti juga akan memikirkan kemampuan anggaran. Kita belum pastikan hal itu karena belum kita laksanakan diskusi,a�? kata Ansori singkat. (arl /r10)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka