Ketik disini

Headline Sumbawa

Sumbawa Kembali Diterjang Banjir

Bagikan

SUMBAWAA�– Akibat hujan yang terjadi sejak Selasa (7/2) malam hingga dinihari kemarin(8/2), sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa terendam banjir. Ketinggian banjir berkisar antara 50 centimeter hingga satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumbawa Zainal Abidin mengatakan banjir menggenangi Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hilir, Maronge, Empang dan Tarano. Banjir mulai menggenangi Kecamatan Sumbawa dan Labuhan Badas sejak Selasa (7/2) pukul 22.00 Wita. Untuk di Kecamatan Sumbawa sendiri, banjir menggenangi Kelurahan Brang Bara, Brang Biji, Pekat dan Bugis.

a�?a��Dari kejadian tersebut, sekitar 197 kepala keluarga dengan 985 jiwa yang terdampak,a�? ujarnya kepada wartawan, kemarin(8/2).

Di Kecamatan Labuhan Badas, banjir menggenangi tiga dusun. Yakni Dusun Pasir, Kali Baru dan Dusun Padak. Akibat kejadian itu, sebanyak 1.552 kepala keluarga dengan 5.715 jiwa yang terdampak. Adapun total keseluruhan dari dua kecamatan tersebut yakni 2.070 kepala keluarga dengan 7.707 jiwa.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Empang dan Tarano kemarin pagi. Data sementara yang diperoleh di Kecamatan Tarano menggenangi tiga desa. Yakni Desa Banda, Bantu Lanteh dan Labuhan Bontong. Dalam kejadian ini, sebanyak 1.471 kepala keluarga dengan 5.584 jiwa yang terdampak. Data sementara yang diperoleh di Kecamatan Empang, menyebabkan 1.885 kepala keluarga dengan 4.343 jiwa yang terdampak.

a�?a��BPBD telah mengerahkan satu perahu karet dan tim ke Kecamatan Tarano,a�? katanya.

Selain itu, banjir juga menggenangi Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir. Hingga pukul 13.00 Wita kemarin, pihaknya masih belum memiliki data pasti terkait banjir di Desa Ngeru. Begitu juga di Kecamatan Maronge, pihaknya masih menghimpun data di lapangan.

Diungkapkan, tim dari BPBD juga sudah turun ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan. Sejauh ini, masih belum ada laporan korban jiwa. Banjir hanya merendam rumah. Banjir juga sudah berangsur-angsur surut karena hanya melintasi rumah warga saja. Untuk di Labuhan Badas sendiri, selain air hujan, juga terjadi airA� pasang dari laut. Sehingga menyebabkan sejumlah dusun terendam.

BPBD, kata dia, berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri di masing-masing kecamatan untuk membantu warga. Koordinasi dengan BPBD Provinsi NTB juga sudah dilakukan. Diharapkan, bantuan mie instan dan air mineral segera tiba. Sebab, pihak BPBD Provinsi NTB juga sudah mengirimkan bantuan ke Sumbawa.

Dikatakan, kendala yang ditemui di lapangan adalah bantuan logistik. Sebab, logistik yang sempat dikirim sudah disalurkan kepada warga yang terdampak akibat banjir sebelumnya.

a�?a��Mudah-mudahan bisa nyebrang ke Sumbawa. Karena sekarang pelabuhan sedang buka-tutup,a�? katanya.

Selain itu, bencana angin puting beliung juga terjadi di Desa Klungkung, Kecamatan Batu Lanteh. Dalam kejadian ini, tiga rumah warga yang tertiup angin. Akibatnya atap rumah warga rusak.

Selain merendam rumah warga, hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor. Tanah longsor terjadi di sepanjang jalan antara Desa Semongkat dan Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh. Akibatnya, akses menuju Desa Batu Dulang sempat terputus beberapa jam.

Pantauan Radar Sumbawa A�(Lombok Post Group), longsor mulai terjadi sekitar 100 meter dari Pos Wisata Semongkat. Di titik pertama, longsoran tanah dari tebing di pinggir jalan tersebut menutupi hingga tiga perempat badan jalan. Titik terparah terjadi di pertengahan jalan antara Semongkat-Batu Dulang. Tanah longsor mengikis hingga bawah pertengahan jalan aspal.

Selain itu, longsor ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Pohon berukuran besar ini juga menutupi seluruh badan jalan. Beruntung warga Desa Semongkat dan Klungkung beserta aparat Polsek Batu Lanteh bersama-sama membersihkan longsor. Meski belum benar-benar bersih, jalan tersebut sudah bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua.

KSPKT Polsek Batu Lanteh Aiptu M Ibnu Hajar yang berada di lokasi mengatakan, jalan menuju Batu Dulang sempat tidak bisa diakses sekitar tiga jam. Longsor terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat berita ini ditulis, jalan tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

A�a�?a��Kami sudah meninjau hingga titik terakhir,a�? ujarnya kepada,

Dikatakan Ibnu, masyarakat dari Desa Semongkat, Klungkung dan anggota polsek beserta staf kantor kecamatan juga sudah turun. Pihaknya bersama-sama membersihkan longsorang di sepanjang jalan menuju Desa Batu Dulang.

Manggi, salah seorang warga setempat menambahkan, sementara ini kendaraan roda dua saja yang bisa melintas. Untuk kendaraan roda empat sama sekali belum bisa. Harus dibuatkan jalan baru agar kendaraan roda empat bisa melintas. Sebab, di sejumlah titik, tanah di bawah jalan aspal sudah tergerus akibat longsor.

A�a�?a��Aspalnya ada, tapi tanah di bawah aspal sudah tidak ada. Parah sekali jalannya,a�? kata Manggi. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka