Ketik disini

Tanjung

Catat, Ini Khusus untuk Sampah!

Bagikan

TANJUNGA�– Sejak bertahun-tahun di Gili Trawangan tidak boleh kendaraan bermotor. Namun kini Pemkab Lombok Utara berencana menempatkan kendaraan bermotor yang khusus digunakan untuk mengangkut sampah. a�?Dalam waktu dekat pemerintah akan mengirim kendaraan pengangkutan sampah ke sana (Gili Trawangan),a�? ujar Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

Dijelaskan, memang selama ini di tiga gili tidak diperbolehkan adanya kendaraan bermotor. Aturan ini tidak tertulis, tetapi dijalankan terus sampai sekarang. Sedangkan rencana pengiriman kendaraan bermotor ini ke Gili Trawangan dilakukan karena persoalan sampah di sana sudah gawat. a�?Per hari sampah yang dihasilkan di sana (Trawangan) sudah mencapai 18 ton,a�? katanya.

Dengan volume sampah yang dihasilkan sekarang, angkutan yang digunakan selama ini seperti cidomo sudah tidak mampu mengangkut sampah tersebut. a�?Kita turunkan kendaraan bermotor, tetapi dengan keputusan bupati. Kendaraan bermotor yang diperbolehkan hanya kendaraan ini yang boleh ada. Tidak boleh ada kendaraan untuk kepentingan lain,a�? tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup I Ketut Masa yang dikonfirmasi membenarkan rencana pengadaan kendaraan bermotor untuk pengangkutan sampah di Gili Trawangan ini. a�?Benar rencananya kendaraan jenis L300,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, untuk saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian, melakukan sosialisasi dan membuat regulasi setingkat perbup agar rencana pengadaan kendaraan bermotor bisa terlaksana. a�?Ini agar penanganan lebih cepat. Cidomo di sana (Trawangan) juga sudah tidak sanggup mengangkut volume sampah yang terus meningkat,a�? katanya.

Selain kendaraan jenis L300, pihaknya juga akan menempatkan kendaraan pengangkut sampah jenis roda tiga. Ini rencananya akan dipergunakan untuk mengambil sampah ke rumah-rumah warga yang letaknya berada agak dalam. Jumlah kendaraan pengangkut sampah ini juga akan kita batasi. Ini agar tidak menggangu aktivitas pariwisata serta tidak menimbulkan polusi berlebih. a�?Nanti apakah petugas dari dinas yang bertugas di sana (Trawangan) atau orang-orang yang ada di Trawangan yang mengurus akan kita rapatkan juga,a�? katanya.

Lebih lanjut, Masa mengungkapkan, rencana pengolahan sampah di Gili Trawangan dengan olah sampah tuntas (osamtu) tidak bisa dilakukan mempertimbangkan asap yang dihasilkan proses pembakaran. a�?Kita masih sosialisasikan konsepnya yang aman polusi dan tidak mengganggu pariwisata,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka