Ketik disini

Metropolis

Masyarakat Antusias, Jamaah Terus Bertambah

Bagikan

Sudah sejak lama Lombok dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Belakangan, sematan itu makin pas setelah berdirinya Islamic Center Hubbul Wathan yang mampu menyimbolkan religiusitas masyarakat NTB.

***

LANTUNAN suara azan terdengar merdu di seputaran simpang empat BI, siang itu. Sejumlah pengendara yang berhenti karena lampu merah sedang menyala tampak menoleh, mencari-cari asalnya. Pengeras suara di Masjid Islamic Center Hubbul Wathan adalah sumber suara indah itu.

Waktu Zuhur telah tiba! Satu demi satu jamaah berdatangan. Dalam waktu singkat, pelataran masjid yang super besar itu pun langsung penuh.

Sejumlah kendaraan pribadi juga mulai berdatangan. Roda dua dan roda empat aneka merek memenuhi halaman yang juga super luas. Menandakan jamaah yang datang tak hanya mereka yang bermukim di sekitar lokasi.

Keriuhan makin terasa ketika anak-anak SMA, SMP, bahkan SD tampak berlarian menuju lokasi tersebut. Ya, mereka yang bersekolah di sekitar sana memang rutin memakmurkan masjid. a�?Sengaja ke sini, karena sedang istirahat juga,a�? kata Amri, seorang siswa SMP yang lebih memilih salat di sana ketimbang musalla di sekolah.

Jauh sebelum dibangun, IC sebutan lain dari masjid itu memang sudah mengundang decak kagum. Arsitekturnya yang sangat wah dan super megah menjadi kelebihannya.

Secara ukuran, jelas masjid itu masjid terbesar di Lombok. Kini decak kagum warga semakin meningkat seiring pemanfaatan masjid tersebut untuk ibadah harian. Kala waktu salat tiba, selalu banyak jamaah yang memadatinya.

“Kalau hari kerja bisa sampai 10 shaf pria,a�? kata H Supriyanto, salah seornag jamaah yang cukup rutin beribadah di sana.

Untuk setiap shaf bisa mencapai 100 orang, artinya, jamaah masjid itu bisa tembus angka 1000 kepala. Itu belum termasuk jamaah wanita yang juga tak kalah banyak.

Ketika masjid-masjid lain kerap sepi, dijejali paling banter satu, dua, atau tiga shaf saja, IC menunjukkan hal yang sebaliknya. a�?Kemegahan masjid ini sangat enak untuk dinikmati,a�? katanya menambahkan.

Azma, jamaah perempuan yang juga beberapa kali berkunjung ke sana mengatakan, memang merasakan sesuatu yang berbeda kala beribadah di sana. Perasaan tenang dan nyaman membuatnya kerap menyempatkan diri untuk sekadar beribadah salat wajib. “Enak ibadah ramai-ramai,a�? ujarnya.

Saking ramainya, deretan mukenah yang disediakan kerap habis terpakai. Jamaah perempuan yang tak membawa alat salat pun harus bergantian karenanya.

Namun hal itu bukan menjadi soal. Kenikmatan beribadah di sana menjadi sesuatu yang sangat dinikmati orang yang telah berkunjung. Semua berkata satu, Islamic Center memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya.

Antusiasme masyarakat, diiringi jumlah jamaah yang terus bertambah, boleh jadi merupakan gambaran positif akan kondisi saat ini. Tak hanya membanggakan bagi Mataram, IC juga telah menjelma menjadi simbol Lombok bahkan NTB. Terbukti, banyak wisatawan yang memasukkan agenda mengunjungi kawasan itu kala berlibur di Lombok.

Tak hanya wisatawan lokal muslim saja, tak jarang bule berambut pirang dengan mata biru dan kulit putih juga berkunjung dan menunjukkan antusiasme tinggi atas mahakarya tempat ibadah umat Islam tersebut. Bagaimana dengan anda? Sudahkah berkunjung dan beribadah di Islamic Center? (WAHYU PRIHADI/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka