Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Pegadaian Jalanan Favorit Mahasiswa

Bagikan

MATARAM – Bisnis ini cukup membantu masyarakat yang membutuhkan uang cepat. Pegadaian jalanan yang menyediakan jasa gadai barang elektronik baik telepon genggam, komputer jinjing, maupun kamera. Pegadaian ini kini mulai banyak menjamur di Kota Mataram.

Salah satunya Putra Mandiri yang merupakan tempat pegadaian elektronik di Jalan Majapahit Mataram. Bisnis ini baru sembilan bulan beroperasi dengan pangsa pasar para mahasiswa, masyarakat, dan ibu rumah tangga.

“Kami ingin membantu meringankan beban orang,” ujar Putra pemilik bisnis gadai jalanan tersebut.

Lokasinya yang strategis yakni di depan Kampus Universitas Mataram (Unram) membuat bisnis jasa pegadaian ini ramai konsumen. Bagaimana tidak, dalam sebulan pegadaian ini dapat melayani 30 orang. Tentu dengan bermacam barang yang digadaikan.

Putra menjelaskan, pihaknya maksimal memberikan pinjaman uang senilai Rp 1,5 juta tergantung kondisi barang. Meski begitu, pihaknya tetap menerapkan persyaratan bagi nasabah seperti fotocopy KTP, kondisi barang bagus, dan tentu mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami menerapkan bunga 10 persen selama 14 hari. Ada perpanjangan waktu lima hari,” ujarnya.

Putra mengawali bisnisnya dengan modal Rp 45 juta termasuk sewa tempat senilai Rp 22 juta per tahun. Selama ini dia memperoleh omzet Rp 2,5 juta per bulan dari bisnis tersebut. Tidak jarang dia menerima barang black market terutama produk telepon genggam.

Dia sangat teliti terhadap barang elektronik yang akan digadai untuk mengantisipasi berbagai hal terutama menyangkut keaslian produk tersebut. Antusiasme masyarakat terhadap pegadaian tersebut diakuinya tinggi lantaran kemudahan memperoleh dana.

“Prosesnya yang cepat membuat orang senang menggadaikan barangnya,” papar dia.

Sementara itu Mimin rekan bisnisnya mengatakan salah satu resiko bisnis yang kerap diterima adalah barang rusak. Adapun barang gadai yang tidak ditebus pemiliknya langsung di jual. Tentu dengan harga yang sesuai dengan kondisi barang tersebut.

Saat ini pihaknya memanfaatkan media sosial untuk memasarkan jasa pegadaian tersebut. Selain itu, Mimin juga memasarkan jasanya kepada rekan-rekannya. “Yang terpenting itu mereka punya pekerjaan yang jelas dan untuk keperluan yang produktif. Tapi tidak untuk pelajar,” tandas Mimin. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka