Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Pengembang Pelajari Pajak Progresif

Bagikan

MATARAM – Rencana pemerintah pusat memberlakukan pajak progresif bagi lahan menganggur belum bisa disikapi pengembang di NTB. Para pengembang mengaku masih mempelajari aturan dari pajak ini.

a�?Pengembang saat ini menunggu sosialisasi mengenai pajak progresif ini,a�? kata GM PT Hissto Perkasa Nusantara Heri Susanto kemarin pada Lombok Post.

Menurutnya pajak yang akan dikenakan ini harus jelas. Pertama perlu dijelaskan aturan dari pajak progresif tersebut. Sehingga informasi yang berkembang tidak bias.

Karena ada info yang menyebutkan bila pajak progresif itu bukan hanya menyasar lahan terlantar. Tapi juga menyasar tanah lainnya yang mengenakan pajak terhadap selisih penjualan yang didapat.

a�?Misalnya, saya beli tanah tahun ini Rp 1 milliar per hektare. Lalu saya jual tahun depan jadi Rp 1,3 milliar per hektare. Maka selisihnya yaitu Rp 300 juta akan dikenakan pajak,a�? ujarnya.

Ia menjelaskan, jika informasi ini benar, pasti akan sangat memberatkan pengembang yang menargetkan pasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Padahal pemerintah sudah mendapatkan dua pajak sekaligus setiap ada transaksi tanah yang pengembang lakukan. Yaitu pph 2,5 persen dan BPHTB 5 persen.

a�?Kalau pengembang jelas akan mengikuti setiap ada perubahan. Tetapi jelas yang akan kasihan adalah rakyat MBR yang belum punya rumah,a�? tuturnya.

Menurutnya pajak progresif mestinya hanya diterapkan pada tanah terlantar, utamanya di kawasan pariwisata. a�?Misalnya, di daerah Senggigi yang banyak tanah kosong yang tidak jelas kapan dimanfaatkan,a�? tambahnya.

Pengembang saat ini masih menunggu kepastian regulasi pajak tersebut. Pihaknya juga belum berani berkomentar sebelum ada kejelasan aturan.

a�?Saat ini para pengusaha yang biasa membeli tanah mulai berhenti melakukan pembelian karena takut terkena pajak tersebut,a�? ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, negara bisa saja mengambil alih lahanA�nganggur. Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, rencana pengenaan pajak progresif merupakan bentuk keringanan kebijakan yang bisa menjadi stimulus agar lahan lebih produktif. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys