Ketik disini

Sumbawa

Sumbawa Masih Dikepung Banjir

Bagikan

SUMBAWAA�– Kota Sumbawa kemarin benar-benar dikepung banjir. Seluruh kelurahan yang dilalui oleh sungai terkena dampaknya. Kelurahan tersebut adalah Brang Biji, Brang Bara, Pekat, dan Samapuin. Rata-rata ketinggian air mencapai dua meter. A�Semua rumah penduduk yang berada di bantaran sungai terendam hingga atap.

Selain di dalam kota, tiga kecamatan terdekat juga tidak luput dari terjangan banjir. Banjir terjadi di Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir dan Sumbawa. Akibatnya ribuan rumah milik warga di tiga kecamatan tersebut terendam banjir.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group) di Kecamatan Moyo Hilir banjir menggenangi Desa Poto, Kakiang, Moyo Mekar, Ngeru dan Batu Bangka. Sementara di Kecamatan Moyo Utara, banjir menggenangi Desa Sebewe, Malili, Songkar, Pungkit, Nanga Talo dan Baru Tahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zainal Abidin saat dihubungi tadi malam mengatakan belum bisa memberikan keterangan lengkap. Sampai berita ini ditulis, seluruh pejabat di Sumbawa masih mengikuti rapat di rumah dinas wakil bupati.

”Saya masih mengikuti rapat di pendopo,” katanya setengah berbisik.

Camat Sumbawa Varian Bintoro yang dihubungi via telepon mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban. ”Tunggu sebentar mas. Tadi saya telepon masing-masing kelurahan, mereka masih melakukan pendataan. Sambil mengurus warganya yang terkena banjir,” kata Varian tadi malam.

Namun informasi yang dihubungi Radar Sumbawa A�(Lombok Post Group) di lapangan menyebutkan, di Kecamatan Moyo Hilir, sedikitnya 730 rumah warga terendam. Sementara di Kecamatan Moyo Utara, Camat Moyo Utara Tajuddin mengatakan, banjir mulai terjadi sejak Rabu (8\2) lalu, sekitar pukul 21.00 Wita. Air mulai tinggi sekitar pukul 03.00 Wita, kemarin. Setelah itu, air mulai menggenangi sejumlah desa di wilayah tersebut.

Akibat banjir tersebut 1.402 rumah warga terendam air. Adapun ketinggian air bervariasi mulai sepaha hingga dada orang dewasa. Hingga pukul 19.00 Wita, air semakin tinggi.

”Kami butuh perahu untuk menjangkau rumah warga yang ada di sejumlah desa,” ujar Tajuddin.

Sementara itu di Kecamatan Sumbawa, banjir menggenangi wilayah bantaran sungai. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Debit air sungai secara tiba-tiba mulai masuk ke pemukiman warga dan merendam sekitar 300 rumah milik warga yang ada di bantaran sungai di Kelurahan Brang Bara, Samapuin, Pekat dan Brang Biji.

A�Dalam kejadian ini, ratusan warga terpaksa mengungsi. Adapun ketinggian air bervariasi mulai satu hingga dua meter. Anggota BPBD Sumbawa, bersama aparat TNI dan Polri juga turun langsung membantu evakuasi warga. Aparat TNI dan Polri bersama masyarakat mengevakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan rakit darurat. Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad juga turun langsung membantu evakuasi warga. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka