Ketik disini

Metropolis

Duh, Harga Cabai Naik Lagi

Bagikan

MATARAMA�– Hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga cabai akan turun. Hahkan dalam sepekan terakhir harga cabai justru kembali naik.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, karena sekarang di Sembalun, Lombok Timur sedang terjadi hujan angin dan mati lampu. Ini yang mengakibatkan harga cabai naik lagi.

Ia menyebutkan, harga cabai di Sembalun saja sudah mencapai 150 per kilogram (kg). Sementara di pasar dijual seharga Rp 170 ribu per kg. Sehingga di pasar murah yang diadakan Dinas Perdagangan cabai dijual dengan harga Rp 120 ribu per kg.

Tapi agar semua dapat maka cabai dijual per seperempat dengan harga Rp 30 ribu. a�?Karena ini masalah cuaca tidak bisa kita, mau tidak mau harus ditunggu (cuaca baik),a�? kata Selly saat mengadakan pasar murah di depan kantor Dinas Perdagangan, kemarin (10/2).

Ia menjelaskan, stok cabai NTB sebenarnya aman, bahkan melimpah. Tapi karena banyaknya permintaan dari luar daerah se-Indonesia, cabai tersebut akhirnya banyak dijual petani ke Jakarta dan Jawa Timur. Mereka mau menjual karena permintaan tinggi dan harga menggiurkan.

Pemprov sejauh ini belum melarang penjualan ke luar karena stok cabai di pasar lokal masih banyak. a�?Inikan perdagangan bebas, tidak bisa kita intervensi terlalu jauh,a�? kata mantan Penjabat Wali Kota Mataram itu.

Semua ini mengikuti mekanisme hukum pasar. Di mana permintaan tinggi, harga ikut naik. Tapi yang penting saat ini adalah cabai di pasar lokal tidak langka dan tetap tersedia stoknya. Menurutnya, petani juga ingin menikmati situasi ini agar mereka bisa meningkatkan kesejahteraan dengan naiknya harga cabai. a�?Kecuali jika di tingkat petani rendah, di atasnya tinggi, itu baru kita ambil tindakan,a�? tegasnya.

Tapi masyarakat bisa mencari jalan alternatif dengan menanam cabai di pekarangan rumah, dengan demikian warga tidak terlalu bergantung pada cabai di pasar. Dalam rangka menekan harga sembako, Dinas Perdagangan jugaA� sudah mulai mengadakan pasar murah. Rencananya pasar sembako murah akan dilakukan setiap bulan.

Dalam pasar murah yang dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan, sayuran dan cabai habis terjual. Demikian juga dengan gula dan beras merah. a�?Setiap hari Jumat kita akan mengadakan pasar murah,a�? katanya.

Dalam bulan-bulan berikutnya, Dinas Perdagangan akan mengadakan ke kabupaten lainnya. Para distributor siap untuk membantu. Tujuan pasar murah setiap bulan adalah untuk menstabilkan harga. a�?Mungkin bulan depan kita akan ke KLU, kita adakan seperti ini,a�? katanya.

Ia menjamin harga yang diberikan jauh lebih murah, karena harga seseuai harga distributor. Meski saat ini cuaca sedang buruk, tapi warga bisa membeli sembako dengan harga terjangkau.

Sementara itu, Made Robin, produsen gula Tambora mengatakan, dengan cuaca yang ekstrem saat ini distribusi gula masih lancar. Karena gulu dikirim dari Dompu ke Lombok melalui Pelabuhan Calabai langsung ke Lombok menggunakan kontainer, sehingga aman.

Kebutuhan gula seluruh NTB mencapai 3.000 ton. Khusus untuk Pulau Lombok saja 2000 ton. Tapi pengiriman bertahap, setiap kali kirim sebanyak 1.000 ton dalam jangka waktu 10-12 hari sekali. a�?Dengan cuaca seperti sekarang ini, pengiriman tidak terganggu,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka