Ketik disini

Selong

Jalan ke SDN 9 Pemongkong Terputus

Bagikan

SELONGA�– Para guru di SDN 9 Pemongkong Dusun Ujung Ketangga Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim)A� kini menghadapai persoalan serius. Jalan yang biasa mereka gunakan ke sekolah tak bisa dilewati akibat tertutup lumpur. A�Lumpur tersebut merupakan sisa banjir yang menerjang kawasan ini beberapa waktu lalu.

Kini para guru yang hendak mengajar harus memutar menempuh jalur laut menggunakan perahu untuk sampai di sekolah. Konon meski sudah menyampaikan kendala yang dihadapinya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim untuk solusi kendala yang dihadapi para guru ini.

a�?Karena ini bukan sehari dua hari kita nggak bisa lewat jalan darat menuju sekolah. Selama musim hujan jalannya rusak, itu kan berbulan-bulan. Sementara untuk menggunakan perahu kami membayar Rp 50 ribu untuk empat orang,a�? kata Murdiono salah seorang guru SDN 9 Pemongkong.

Jalan yag biasa dilewati dikatakan guru agama ini sudah tertutup lumpur sepanjang dua kilometer. Sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Saat ini kondisi jalan semakin parah. Sehingga, para guru ini mau tak mau terpaksa menyewa perahu para nelayan Desa Seriwe untuk bisa mengajar.

Kepala Dinas Dikbud Lotim H Suandi yang dikonfirmasi Lombok Post terkait hal ini belum bisa menjanjikan solusi. Karena ia mengaku hal seperti ini bersifat hanya sementara.

A�a�?Ini kan sifatnya karena kondisi bencana. Sekolahnya juga masih berada di satu pulau jadi belum bisa kita bantu berikan perahu,a�? kata Kadis Dikbud Lotim HL Suani belum lama ini.

Suandi menilai, ketika intensitas hujan sudah normal, maka jalan bisa kembali dimanfaatkan. Meski demikian, ia mengaku akan memantau situasi jalan menuju sekolah ini secara langsung. Ia akan berkoordinasi dengan pihak SKPD terkait untuk perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah.

A�a�?Terus terang berat kalau setiap hari harus mengeluarkan biaya menyewa perahu ke sekolah. Kalau memang pemerintah tidak bisa membantu untuk menyediakan perahu, minimal ada kompensasi untuk membayar perahu. Karena ini setiap hari dan berbulan-bulan,a�? A�harap Murdiono.

Namun, sebagai solusi jangka panjang, mewakili para guru Murdiono berharap infrastruktur jalan yang ada di wilayah ini bisa menjadi perhatian pemerintah Lotim. Karena, dampak yng dirasakan sangat terasa akibat infrastruktur jalan yang tidak memadai. “Kalau musim kering meskipun jalannya bebatuan nggak masalah. Tapi kalau sudah musim hujan seperti ini, sudah tertutup lumpur semua ,” tuturnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka