Ketik disini

Kriminal

Polisi Klarifikasi Pengurus Sembilan PKBM

Bagikan

MATARAM – Polisi terus mengusutA� kasus dugaan pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hayatun Nufus, Desa Mambalan, Lombok Barat. Selain PKBM ini, polisi akan mengklarifikasi sembilan PKBM lain, yang menerima dana KIP.

Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto mengatakan, dana KIP tidak saja diterima PKBM Hayatun Nufus. Namun ada sembilan PKBM lainnya yang dipanggil Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), untuk menyalurkan dana KIP.

Terkait hal tersebut, Heri mengatakan, akan melakukan pengembangan. Sebab, ada dugaan data-data fiktif dalam pengajuan dana KIP.

a�?Arahnya ke sana,a�? kata Heri, kemarin (10/2).

Terkait dengan apakah Ketua PKBM Hayatun Nufus Marzuki, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, akan dikenakan pasal korupsi, Heri mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan jaksa. Sebab, meski yang bersangkutan bukan pejabat negara, tetapi uang yang diduga diselewengkannya merupakan uang negara.

a�?Kita koordinasikan dengan jaksa, untuk satu suara,a�? ujarnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah mengatakan, penyidik berupaya untuk merampungkan berkas perkara dari Marzuki. Sehingga dalam waktu dekat ini bisa dilakukan pelimpahan berkas (tahap I).

a�?Sedang kita lengkapi, setelah itu kita minta petunjuk jaksa,a�? kata Kiki.

Mengenai 10 PKBM yang akan dilakukan klarfikasi, Kiki mengaku masih mengkoordinasikan hal tersebut. Namun, dia tak menampik nantinya akan memanggil instansi terkait, yang menyalurkan dana KIP.

a�?Masih kita koordinasikan dulu, yang pasti dalam waktu dekat akan kita lakukan tahap I,a�? tandasnya.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka