Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Ritel Modern Syariah Jajaki NTB

Bagikan

MATARAMA�– Ritel modern syariah mulai menjajaki bisnis di NTB. Hal ini terlihat dari kunjungan salah satu ritel ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

a�?Untuk kepentingan pengenalan, pengembangan dan kerja sama usaha ritel modern berbasis syariah ini kami sudah bertemu dan diskusi saat kunjungan Presiden Direktur PT Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah dan jajarannya ke kantor,a�? kata Kepala DPMPTSP A�HL Gita Aryadi didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan kerja sama kemarin (10/2).

Ia menjelaskan, sejauh ini keberadaan ritel modern nyaris merambah pelosok daerah, termasuk di NTB. Pemerintah di berbagai daerah mengantisipasi serbuan ritel modern ini dengan melakukan pembatasan kuota.

a�?Tapi yang ini menampilkan konsep usaha ritel yang berbeda,a�? ujarnya.

Di tengah polemik kehadiran ritel modern, kini muncul konsep usaha ritel modern yang berbasis syariah. a�?Konsep alternatif ini seolah merupakan antitesa dan jawaban terhadap ekses kehadiran ritel-ritel modern yang dinilai kapitalis dan eksploitatif,a�? terangnya.

Dalam konsep usaha ritel modern berbasis syariah di dalamnya melibatkan unsur ibadah. Baik itu melalui sedekah untuk membantu anak-anak yatim piatu, kaum dhuafa dan penyandang difabel.

a�?Selama ini PT Hydro Perdana Retailindo sudah hadir di beberapa kota,A� bekerjasama dan mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga ekonomi danA� organisasi keagamaan,a�? kata Presiden Direktur PT Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah.

Saat kunjungan ia memaparkan visi misi, latar belakang, konsep dasar kesesuaian dengan ekonomi syariah. Termasuk analisa potensi demografi, lingkungan sosial ekonomi, regulasi, competitive advantage, peluang bisnis, strategi pengembangan dari praktek usaha tradisional menjadi outlet modern serta panduan praktis pengembangan dan kerja samaA� usaha ritel modern berbasis syariah.

Untuk NTB pihaknya telah melakukan riset pasar dan menjajaki terwujudnya kemitraan dengan partner lokal memiliki kesesuaian visi misi pembangunan ekonomi.

a�?Ini tentu harus berbasis keadilan, memenuhi kebutuhan dan hasilnya benar untuk kemaslahatan umat,a�? tandasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka