Ketik disini

Metropolis

Abrasi Jangan Dibiarkan

Bagikan

MATARAM – Abrasi rentan terjadi di sepanjang 9,1 kilometer pesisir di Kota Mataram. Ketika perahu-perahu sudah dipinggirkan, masyarakat pesisir masih harus mengantisipasi ruahnya yang bisa saja terkena terjangan ombak.

a�?Pesisir di Mataram memang sangat rentan terkena abrasi,a�? kata praktisi lingkungan Universitas Hamzanwadi Agus Muliadi, kemarin (12/2).

Dijelaskan banyak faktor yang memicu hal tersebut. Gelombang laut dan arus yang menguat saat musim barat (Desember-Februari) salah satunya. Selat Lombok lanjutnya sebagai selat yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia memang rawan terdampak.

a�?Jika pantai punya kerentanan yang tinggi, maka mudah terdampak,a�? ujarnya.

Selain arus dan gelombang, penghalang seperti mangrove, terumbu karang, pulau, dan jenis dasar pantai sangat mempengaruhi tingkat bencana abrasi pantai. Khusus kondisi saat ini di Mataram, ia menyarankan sinergi lintas SKPD. Bappeda, BPBD, Kelautan adalah beberapa pihak yang bisa merancang solusi. Dibutuhkan analisis khusus sampai pada tingkat rencana aksi untuk mengatasi hal itu.

Ada dua hal utama yang harus dipertimbangkan untuk penanganan abrasi, fisik dan nonfisik. Mencakup apakah solusi bersifat alami atau buatan, misalnya breakwater, groin, seawall, termasuk kajian akademis, zonasi dan tata ruang, termasuk penegakan hukum dan aturan.

a�?Itu semua saling berkaitan,a�?sambungnya.

Dalam UU 27/2007 ada bab tentang mitigasi bencana yang perlu menjadi perhatian daerah. Dikatakan mitigasi bencana wajib dimasukkan dalam rencanaA� pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

a�?Artinya pemda sudah harus siap mengantisipasi ini karena sudah ada ketentuannya,a�? tegas Agus.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang beberapa waktu lalu berkunjung ke lokasi tersebut mengatakan masalah menahun itu memang membutuhkan solusi jangka panjang. Diapun kembali melontarkan ide penahan abrasi di sepanjang pesisir Kota Mataram.

a�?Memang kawasan kita rawan semua,a�? ujarnya. Saat ini penahan gelombang yang sudah berdiri kokoh ada di sebagian Tanjung Karang, Penghulu Agung, dan eks Pelabuhan Ampenan. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka