Ketik disini

Metropolis

Kepanasan saat Tidur, Ternyataa��

Bagikan

MATARAM – Sabtu (11/2) lalu, si jago merah melalap sebuah rumah di kelurahan Banjar, Ampenan milik seorang warga bernama Salim. Kejadiannya, sekitar puku 2 siang. Awalnya banyak warga sekitar, tidak menyadari adanya api yang terus membesar.

a�?Bahkan pemilik juga tidak menyadari. Ia saat itu tengah terlelap tidur,a�? kata Nanang Edward, Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang yang jarak rumahnya hanya tiga rumah dari lokasi kebakaran, sekaligus menjadi saksi kejadian.

Ia memperkirakan api berawal dari adanya hubungan arus pendek di rumah kakek berusia sekitar 80 tahun itu. a�?Dia punya stop kontak itu kan banyak di satu titik, diperkirakan itu pemicu terjadinya kebakaran,a�? tuturnya.

Diceritakan Nanang, Salim awalnya tidak menyadari ada kebakaran. Ia awalnya tengah menonton televisi, lalu tertidur. Tetapi kemudian, ia terbangun karena suhu di kamarnya tiba-tiba berubah panas.

a�?Katanya (Salim, Red) kamarnya kok tiba-tiba jadi panas,a�? sambungnya.

Salim menyadari rumahnya terbakar ketika melihat jilatan api sudah melalap langit-langit rumahnya. Sementara di luar, terdengar hiruk pikuk warga yang panik dan berusaha memberi pertolongan.

a�?Untungnya dia selamat. Hampir saja terbakar kalau tidak segera keluar,a�? ujarnya.

Berkat kesigapan warga, mereka akhirnya berhasil memadamkan api. Tanpa harus merembet ke mana-mana. Warga memanfaatkan alat seadanya, mulai dari ember, keran air PDAM hingga tabung pemadam api milik kelurahan.

Kebakaran menghanguskan separuh rumah milik Salim. Sementara ruangan khusus tempat ia berkomunikasi melalui ORARI, berhasil diselamatkan. Diperkirakan total kerugian yang diderita Salim akibat kebakaran mencapai Rp 70 juta.

a�?Dia hidup sendiri. Istrinya sudah lama meninggal,a�? terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Ki Agus M Idrus membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Dia mengaku, pihaknya sempat kesulitan menunju lokasi kebakaran. Karena, rumah Salim berada di dalam pedalaman kampung. Jalan yang sempit, membuat gerak 4 mobil pemadam kebakaran merayap pelan.

a�?Ya, mau gimana, letaknya cukup dalam di kampung. Lagi pula cukup jauh,a�? ujar Agus.

Meski demikian, Agus mengapreasi langkah cepat masyarakat membantu memadamkan api. Hingga apinya tidak sempat menjalar ke mana-mana. Ia menghimbau agar masyarakat lebih waspada.

a�?Jangan sampai lengah, termasuk dari arus pendek,a�? tutupnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka