Ketik disini

Headline Sumbawa

Air Asam AMNT Meluap, Ikan Mati Mendadak

Bagikan

TALIWANGa��Komitmen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terkait keselamatan dan perlindungan lingkungan patut dipertanyakan. Akhir pekan lalu air asam tambang perusahaan tambang tembaga dan emas ini meluap ke sungai.

Kondisi ini mengakibatkan ekosistem sekitar Sungai Tongo, Kecamatan Sekongkang tercemar. Berbagai jenis ikan yang ada di aliran sungai itu mati mendadak.Dugaan sementara penyebab kematian berbagai jenis ikan ini akibat tercema air asam tambang AMNT.

Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin yang dikonfirmasi koran ini kemarin sudah mendapat laporan. Bupati mengatakan, pemerintah akan turun tangan untuk menyelidi penyebab meluapnya air asam tambang PT AMNT ke sungai setempat.

a�?a��Kita akan fokuskan penyelidikannya pada proses pelapasan air asam tambang itu sendiri. Apakah dilaksanakan sesuai aturan atau ada unsur kelalaian,a��a�� jelasnya ketika dihubungi koran ini, kemarin(13/2).

Dikatakannya, berdasarkan laporan yang disampaikan AMNT, meluapnya air asam tambang itu disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi disekitar lokasi penampungan air asam tambang itu sendiri. A�Kendati demikian, pemerintah juga perlu mengetahui langsung terkait masalah ini. Rencananya, bupati akan turun langsung ke lokasi untuk melihat langsung tingkat pencemaran lingkungan akibat air limbah baracun tersebut.

Bupati tidak menampik, dalam perjanjian terkait air asam tambang ini, AMNT boleh melakukan pembuangan air ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Namun air yang dibuang itu harus melalui beberapa proses, sehingga tidak mencemari lingkungan.

a�?a��Nah ini yang ingin kami tahu. Apakah proses pelepasan itu sudah dilakukan sesuai SOP atau tidak. Apakah dilaksanakan dengan baik atau sebaliknya,a��a�� katanya.

Bupati menambahkan, Pemda KSB akan menyikapi serius masalah ini. Apalagi jika dalam proses penyelidikan nanti ada unsur kesengajaan yang dilakukan perusahaan, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas.

a�?a��Kita akan melakukan penangganan secara menyeluruh terkait masalah itu. Kita juga akan cek sejauh mana bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap masalah ini,a��a��tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Fud Syaifuddin. Wabup langsung memerintahkan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel air.

a�?a��Kita sudah perintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan HidupA� untuk mengambil sampel air ini. Katanya hasilnya laboratoriumnya sudah ada. Hanya saja belum dilaporkan secara resmi,a��a�� katanya.

Wabup menyesalkan kejadian ini. Kendati demikian, pemerintah tetap akan mengambil langkah serius terkait masalah ini.

a�?a��Kita akan sikapi masalah ini secara serius. Semua pihak sudah kita minta bergerak. Kami minta, PTAMNT juga bertanggungjawab terkait masalah ini,a��a�� katanya.

Air asam tambang yang meluber ke sungai itu berasal dari Dam Santong 3 dan Dam Tongoloka. Kedua dam itu selama ini digunakan AMNT sebagai lokasi penampungan air asam tambang yang dipompa dari lubang pit di Batu Hijau. Pihak AMNT sendiri mengaku, melubernya air asam tambang di dua dam ini diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan ketinggian air melebihi dari batas yang seharusnya.

a�?a��Karena kondisi ini air itu kemudian mengalir ke Sungai Sejorong dan Tongoloka,a��a�� jelas General Supervisor AMNT Ruslan Ahmad kepada wartawan, kemarin.

Selain mengakibatkan matinya sejumlah ikan di sekitar sungai dan pantai setempat, meluapnya air asam tambang PTAMNT ini juga dikhawatirkan akan berimbas ke sejumlah lokasi lain. Termasuk dam Tiu Sepit yang selama ini menjadi sumber mata air bagi petani setempat. Kekhawatiran itu cukup beralasan, pasalnya lokasi air asam tambang ini tidak jauh dari bendungan setempat. (far/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka