Ketik disini

Praya

Dusun Peras Kembali Diterjang Banjir

Bagikan

PRAYAA�– Akses jalan Dusun Peras di Desa Kidang, Praya Timur Lombok Tengah (Loteng) kembali diterjang banjir. Pengurukan jalan yang dikerjakan secara gotong-royong beberapa hari lalu seolah sia-sia. Begitu pula tambak udang milik warga yang juga tersapu banjir.

a�?Bersama Pak Sekda saya turun meninjau lokasi banjir. Untungnya, tidak terlalu parah,a�? kata ketua tim reaksi cepat Loteng HL Muhammad Amin, kemarin (13/2).

Ia merasa, banjir akan tetap terjadi di Dusun Peras, maupun Dusun Pasung di Desa Bangket Parak. Kecuali, saluran irigasi dan sungai dinormalisasi. Untuk itulah, ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, segera memikirkan dan melaksanakan program tersebut.

Jika tidak, kata Amin maka setiap musim penghujan, pemandangan semacam itu tetap saja terjadi.

A�a�?Dari banjir susulan tersebut, ada beberapa rumah warga yang tergenang,a�? kata Asisten I Setda Loteng itu.

Senada dikatakan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng Chairil Ishak. Dikatakannya, begitu banjir susulan terjadi, tim reaksi cepat dan tim tanggap darurat langsung bergerak cepat, tenda darurat pun disiapkan lagi. Namun, warga menolak karena kondisinya tidak terlalu parah.

Kendati demikian, tekan Chairil tim dan perlengkapan lainnya tetap siaga 24 jam. Jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan dan lebih besar, maka tim sudah siap, dalam kondisi apa pun. a�?Alhamdulillah, kalau kekurangan, provinsi siap membantu. Termasuk dinas dan instansi terkait dilingkup Pemkab,a�? katanya.

Saat ini, tambah Chairil air sudah mulai surut.

a�?Setelah air surut total, maka barulah tim kami turun, guna mendata berapa rumah warga yang rusak,a�? sambung Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Loteng Lalu Muhammad Sukir.

Setelah itu, kata Sukir timnya akan menyalurkan bantuan, sesuai besar dan kecilnya kerusakan rumah warga.

A�a�?Tolong kami juga diperhatikan,a�? cetus Kepala Desa (Kades) Selong Belanak Lalu Yahya, terpisah.

Menurutnya sejak banjir terjadi, hingga sekarang, dinas dan instansi terkait yang menangani pascabanjir, justru menghilang, jembatan penghubung beberapa dusun belum disentuh. Parahnya lagi, tiang listrik yang roboh, belum diperbaiki. a�?Apa-apaan ini,a�? tegasnya.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka