Ketik disini

Headline Praya

Oknum PNS Diduga Edarkan Uang Palsu

Bagikan

PRAYA – Pasangan suami istri di ES dan NM (inisial-red), warga Taman Arum Perumnas Tampar-ampar Jontlak, Lombok Tengah (Loteng)  harus berurusan dengan ke

polisian. Mereka diduga menggunakan dan mengendarkan uang palsu.

“Total barang bukti dugaan uang palsu pecahan Rp 100 ribu itu, sebanyak 27 lembar atau Rp 2,7 juta,” kata Kapolsek Praya IPTU Dewa K. Suardana, kemarin (13/2).

Kasus itu terbongkar, kata Suardana setelah ada laporan dari salah satu petugas jasa pengiriman uang, di Praya. Keduanya disebut beberapakali menransfer uang asli yang dicamur uang palsu.

“Lalu, petugas kami langsung melakukan penyelidikan. Kemudian, melakukan penggerbekan di salah satu kios di Kampung Tengari, Minggu (12/2) pukul 17.20 Wita,” katanya.

Ditangan kedua terduga pelaku ditemukan barang bukti yang dimaksud. Kepolisian pun memutuskan melakukan penahanan dan pengembangan kasus. Selanjutnya, polisi kembali memeriksa para saksi dan korban. Salah satu dari terduga pelaku tersebut, merupakan PNS di salah satu dinas di Pemkab Loteng.

Dari hasil introgasi, lanjutnya perjalanan kasus itu bermula ketika keduanya  meminta pertolongan kepada salah satu petugas jasa pengiriman uang perbankan bersangkutan, guna melakukan transfer sebesar Rp 10 juta. Itu dilakukannya, pada 8 Febuari lalu dengan tujuan transfer inisial MJ. Sayangnya, dari jumlah itu ditemukan pecahan dugaan uang palsu sebanyak empat lembar atau Rp 400 ribu.

Kemudian, pada 9 Februari. Lagi-lagi, terduga melakukan transfer masing-masing uang sebesar Rp 500 ribu kepada  inisial SD dan BP. Namun, ditemukan kembali pecahan dugaan uang palsu sebanyak tiga lembar atau Rp 300 ribu. Terakhir, Minggu (12/2) kedua terduga pelaku meminta bantuan untuk mentransfer uang sebesar Rp 300 ribu, hingga ditemukan lagi dugaan uang palsu sebanyak dua lembar atau Rp 200 ribu.

“Keduanya mengaku tidak tahu menahu, kalau transaksi uang yang dijalankan itu palsu. Mereka tidak tahu dari mana uang itu datang,” kata Suardana.

Kendati demikian, tekan Suardana saat penggeledahan dilakukan, polisi justru menemukan kembali pecahan dugaan uang palsu di dalam tas ES sebanyak 16 lembar atau Rp 1,6 juta. Kemudian, ditangan NM sebanyak dua lembar atau Rp 200 ribu. “Dengan begitu, mereka tidak bisa mengelak, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Ia menyerukan, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan, baik diperbankkan, pasar, perkantoran atau dimana pun itu. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya cepat-cepat dilaporkan ke kepolisian.

“Atas kejadian itu, kami kenakan kedua terduga pelaku tersebut dengan pasal 36, ayat 2 dan 3 Undang-undang Tahun 2011 tentang mata uang,” kata Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Arjuna Wijaya, terpisah.

“Delik kasusnya yaitu, menyimpan, membelanjakan dan mengedarkan rupiah palsu,” tambah Arjuna.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka